KONTAN.CO.ID - Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah atau hiperglikemia. Kondisi ini perlu dikendalikan karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Sayangnya, diabetes kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal sehingga sering terlambat disadari. Salah satu upaya untuk membantu mengendalikan kadar gula darah adalah menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Pengaturan makanan juga berpotensi membantu menjaga profil lipid dan tekanan darah pada penderita diabetes melitus.
Baca Juga: Sering Haus dan Lelah? Kenali 5 Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi Ini 8 Pola Makan Sehat untuk Penderita Diabetes Melitus
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun menu harian, mulai dari memilih sumber karbohidrat hingga mengatur porsi dan jadwal makan. Menyadur dari laman Kemkes, berikut beberapa pola makan sehat untuk penderita diabetes melitus yang dapat Anda terapkan. 1. Pilih Karbohidrat Kompleks Penderita diabetes melitus perlu memperhatikan jenis karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari. Karbohidrat kompleks yang mengandung serat dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kenaikan kadar glukosa darah berlangsung lebih bertahap. Beberapa sumber karbohidrat kompleks yang bisa dipilih antara lain:
- Nasi merah.
- Roti gandum utuh.
- Oatmeal.
- Biji-bijian utuh.
Meski demikian, porsi karbohidrat tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi makanan sumber karbohidrat dalam jumlah berlebihan sekaligus dapat memicu kenaikan gula darah. 2. Batasi Makanan dan Minuman Manis Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, terutama gula tambahan, dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat. Karena itu, penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi gula, permen, kue manis, serta produk olahan tepung yang tinggi gula. Minuman manis dan minuman kemasan juga perlu diperhatikan karena kandungan gulanya dapat menambah asupan gula harian tanpa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Anda dapat memilih makanan dengan kandungan gula tambahan lebih rendah dan memeriksa informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membeli produk. Pembatasan ini bukan berarti semua makanan yang mengandung karbohidrat harus dihindari, melainkan perlu memilih jenis dan jumlah yang sesuai. 3. Utamakan Air Putih daripada Minuman Berkalori Tinggi Pilihan minuman turut memengaruhi asupan gula dan kalori harian. Air putih dapat dijadikan minuman utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa menambahkan gula atau kalori dari minuman. Selain air putih, Anda bisa memilih teh atau kopi tanpa gula sesuai toleransi dan kondisi kesehatan. Sebaliknya, batasi minuman manis, seperti minuman bersoda, teh kemasan, serta minuman dengan tambahan sirup atau gula. Konsumsi minuman beralkohol juga perlu dibatasi atau dihindari sesuai kondisi kesehatan dan anjuran dokter. Jika Anda menggunakan obat diabetes, konsultasikan terlebih dahulu mengenai keamanan konsumsi alkohol karena dapat memengaruhi kadar gula darah. 4. Pilih Protein yang Rendah Lemak Protein diperlukan untuk membantu menjaga dan memperbaiki jaringan tubuh. Bagi penderita diabetes melitus, pilihan protein yang lebih rendah lemak dapat membantu menjaga kualitas pola makan sekaligus membatasi asupan lemak jenuh. Beberapa sumber protein yang bisa dimasukkan ke dalam menu harian meliputi:
- Ikan.
- Telur.
- Daging tanpa lemak.
- Tahu dan tempe.
Sebaliknya, batasi konsumsi daging olahan yang tinggi lemak jenuh atau garam, seperti sosis dan kornet. Perhatikan pula cara memasaknya. Mengukus, merebus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi alternatif dibandingkan menggoreng menggunakan banyak minyak. Porsi protein sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Penderita diabetes yang juga mengalami gangguan ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah protein yang sesuai.
Baca Juga: 9 Obat Diabetes yang Umumnya Diresepkan Dokter, Kenali Jenisnya 5. Konsumsi Lemak Sehat Tidak semua jenis lemak perlu dihindari. Tubuh tetap membutuhkan lemak, tetapi pemilihan sumbernya perlu diperhatikan untuk mendukung pola makan yang seimbang. Lemak tak jenuh dapat diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun. Bahan makanan tersebut dapat menjadi alternatif sumber lemak dibandingkan makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Sebaliknya, batasi makanan cepat saji dan produk olahan yang tinggi lemak jenuh atau lemak trans. Perhatikan juga jumlah minyak yang digunakan saat memasak karena lemak tetap menyumbang kalori meskipun berasal dari sumber yang lebih sehat. 6. Perbanyak Makanan Berserat Serat berperan penting dalam pola makan penderita diabetes karena dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Konsumsi makanan berserat juga mendukung kesehatan pencernaan. Sumber serat yang dapat Anda pilih antara lain:
- Sayuran hijau.
- Buah-buahan utuh.
- Kacang-kacangan.
- Biji-bijian utuh.
- Oatmeal.
Usahakan memasukkan sayuran ke dalam menu makan utama dan memilih buah utuh daripada jus yang disaring atau diberi gula tambahan. Penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi buah, tetapi jenis dan porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta pengendalian gula darah. Jika sebelumnya jarang mengonsumsi makanan berserat, tingkatkan asupannya secara bertahap dan cukup minum air putih agar tubuh dapat beradaptasi. 7. Perhatikan Indeks Glikemik Makanan Indeks glikemik (IG) merupakan indikator yang menggambarkan seberapa cepat makanan sumber karbohidrat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan makanan acuan. Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat. Beberapa pilihan makanan yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- Beras merah dan quinoa.
- Oat dan roti gandum utuh.
- Sayuran.
- Kacang-kacangan.
- Susu rendah lemak tanpa tambahan gula.
- Sumber protein, seperti ikan, ayam tanpa kulit, dan daging tanpa lemak.
Perlu diingat bahwa indeks glikemik bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengaruh makanan terhadap gula darah. Porsi, cara pengolahan, serta kombinasi makanan dalam satu hidangan juga berpengaruh. Karena itu, pilih makanan secara menyeluruh dengan memperhatikan kandungan serat, protein, lemak, dan jumlah karbohidratnya. 8. Atur Porsi dan Jadwal Makan Selain memilih jenis makanan, penderita diabetes melitus perlu memperhatikan jumlah dan waktu makan. Mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar sekaligus dapat memicu kenaikan gula darah setelah makan. Anda dapat menggunakan piring yang lebih kecil atau alat ukur makanan untuk membantu mengendalikan porsi. Susun menu dengan jumlah karbohidrat yang sesuai kebutuhan, disertai sayuran dan sumber protein. Jadwal makan juga sebaiknya teratur. Sebagai contoh, pola makan dapat terdiri atas 3 kali makan utama dan 2 kali camilan apabila sesuai dengan kebutuhan serta anjuran tenaga kesehatan. Waktu makan bisa disesuaikan dengan rutinitas harian, misalnya:
- Sarapan pukul 07.00.
- Camilan pukul 10.00.
- Makan siang pukul 12.00.
- Camilan pukul 14.00.
- Makan malam pukul 18.00.
Jadwal tersebut hanya contoh dan tidak harus diterapkan oleh semua penderita diabetes. Kebutuhan camilan serta waktu makan dapat berbeda, terutama bagi orang yang menggunakan insulin atau obat tertentu yang berisiko menyebabkan gula darah rendah. Karena itu, sesuaikan jadwal makan dengan pengobatan dan rekomendasi dokter.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Diabetes yang Sering Tidak Disadari, Cek Gejalanya! Terapkan Prinsip 3J untuk Membantu Mengendalikan Gula Darah
Secara umum, pengaturan pola makan sehat bagi penderita diabetes melitus dapat mengikuti prinsip 3J, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal.
- Jumlah: Perhatikan kebutuhan kalori, porsi makan, dan jumlah karbohidrat agar asupan harian tetap seimbang.
- Jenis: Pilih makanan berserat, karbohidrat kompleks, protein yang sesuai kebutuhan, serta sumber lemak sehat. Batasi gula tambahan dan makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans.
- Jadwal: Atur waktu makan secara teratur dan sesuaikan dengan aktivitas harian serta penggunaan obat diabetes.
Selain menerapkan pola makan sehat, penderita diabetes perlu memantau kadar gula darah dan mengikuti pengobatan yang telah direkomendasikan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga penting untuk menentukan kebutuhan kalori, porsi, dan komposisi makanan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Perlu diingat bahwa pengaturan pola makan merupakan bagian dari pengelolaan diabetes, bukan pengganti obat yang diresepkan. Dengan pola makan yang terencana dan pemantauan kesehatan secara rutin, kadar gula darah diharapkan dapat lebih terkendali sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News