8 Saham ACES ANTM BYAN IPCC Cum Dividen Hari Ini (19/6), Yield Ada yang Tembus 8%
Jumat, 19 Juni 2026 07:31 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Investor yang ingin memperoleh dividen tunai masih memiliki kesempatan membeli sejumlah saham yang cum date di pasar reguler dan negosiasi pada Jumat, 19 Juni 2026. Berdasarkan jadwal di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat delapan emiten yang memasuki cum date hari ini. Agar berhak menerima dividen, investor harus memiliki saham tersebut paling lambat pada tanggal cum dividen. Selanjutnya, saham akan memasuki ex date pada 22 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan sesuai jadwal masing-masing emiten. Daftar saham cum dividen 19 Juni 2026
Kode
Perusahaan
Dividen per Saham
Harga Penutupan 18 Juni (Rp)
Dividend Yield
Ex Date
Recording Date
Pembayaran
ACES
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk
Rp32,01
372
8,61%
22 Juni
23 Juni
10 Juli 2026
ANTM
PT Aneka Tambang Tbk
Rp209,99
3.170
6,62%
22 Juni
23 Juni
10 Juli 2026
ASBI
PT Asuransi Bintang Tbk
Rp5,70
424
1,34%
22 Juni
23 Juni
2 Juli 2026
ASRI
PT Alam Sutera Realty Tbk
Rp1,50
114
1,32%
22 Juni
23 Juni
10 Juli 2026
BYAN
PT Bayan Resources Tbk
US$0,015 per saham
9.700
≈2,5%*
22 Juni
23 Juni
8 Juli 2026
IPCC
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Rp86,6901
1.235
7,02%
22 Juni
23 Juni
10 Juli 2026
MKTR
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk
Rp1,86
125
1,49%
22 Juni
23 Juni
2 Juli 2026
MLBI
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
Rp371
6.275
5,91%
22 Juni
23 Juni
10 Juli 2026
Catatan: Yield dihitung berdasarkan harga penutupan 18 Juni 2026. Untuk BYAN, dividen diumumkan dalam dolar AS sehingga estimasi yield sekitar 2,5% menggunakan kurs sekitar Rp16.200 per dolar AS. Baca Juga: Pertahankan Indonesia Di Emerging Market 2026, MSCI Juga Beri Nilai Positif Ini Rincian dividen masing-masing emiten 1. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) ACES membagikan dividen tunai Rp32,01 per saham dari laba tahun buku 2025. Dengan harga saham Rp372 pada penutupan 18 Juni 2026, dividend yield mencapai sekitar 8,61%, menjadikannya salah satu yang tertinggi pada cum date hari ini. 2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ANTM menetapkan dividen sebesar Rp209,98867 per saham. Berdasarkan harga saham Rp3.170, dividend yield mencapai sekitar 6,62%. Dividen ini didukung oleh kinerja laba perusahaan sepanjang 2025 yang tetap solid. 3. PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) ASBI akan membagikan dividen tunai sebesar Rp5,70 per saham. Dengan harga saham Rp424, dividend yield tercatat sekitar 1,34%. 4. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) ASRI membagikan dividen Rp1,50 per saham. Berdasarkan harga saham Rp114, dividend yield sekitar 1,32%. Tonton: Survei Kompas Ungkap Ekonomi Makin Sulit, Mayoritas Warga Khawatir Masa Depan 5. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) BYAN membagikan dividen final sebesar US$0,015 per saham. Dengan harga saham Rp9.700, estimasi dividend yield berada di kisaran 2,5%, tergantung kurs rupiah terhadap dolar AS pada saat pembayaran. 6. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) IPCC menetapkan dividen tunai Rp86,6901 per saham. Mengacu harga saham Rp1.235, dividend yield mencapai sekitar 7,02%, termasuk salah satu yang paling menarik di antara emiten yang cum dividen hari ini. 7. PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) MKTR membagikan dividen sebesar Rp1,86 per saham. Dengan harga saham Rp125, dividend yield sekitar 1,49%. 8. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) MLBI membagikan dividen tunai Rp371 per saham. Berdasarkan harga penutupan Rp6.275, dividend yield mencapai sekitar 5,91%, sehingga tetap menarik bagi investor yang mengejar pendapatan dividen. Tonton: INDEF Menilai Pertumbuhan Ekonomi RI 5% Belum Mencerminkan Perbaikan Kualitas
Saham dengan dividend yield tertinggi Jika diurutkan berdasarkan dividend yield menggunakan harga penutupan 18 Juni 2026, maka hasilnya adalah:
ACES – 8,61%
IPCC – 7,02%
ANTM – 6,62%
MLBI – 5,91%
BYAN – ±2,5%
MKTR – 1,49%
ASBI – 1,34%
ASRI – 1,32%
Meski dividend yield menjadi salah satu pertimbangan penting, investor juga perlu memperhatikan fundamental perusahaan serta potensi pergerakan harga saham setelah memasuki ex dividen, karena harga saham umumnya akan mengalami penyesuaian sebesar nilai dividen yang dibagikan
Pemerintah Tegaskan MBG Tak Bisa dihentikan, Ini Alasannya