JAKARTA. Operasi tangkap tangan terhadap Anggota DPR dari Fraksi Hanura berinisial DYL menambah panjang daftar politisi yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, dengan banyaknya politisi yang dijerat, wajar apabila partai politik lewat fraksinya di DPR berniat merancang revisi Undang-undang yang hendak melemahkan, bahkan membubarkan KPK. "Barangkali ini alasan mengapa banyak partai politik yang tidak suka dengan KPK dan lebih ingin lembaga ini bubar atau dilemahkan," kata aktivis ICW Emerson Yuntho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2015).
"82 legislator ditangkap, makanya ingin KPK bubar"
JAKARTA. Operasi tangkap tangan terhadap Anggota DPR dari Fraksi Hanura berinisial DYL menambah panjang daftar politisi yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, dengan banyaknya politisi yang dijerat, wajar apabila partai politik lewat fraksinya di DPR berniat merancang revisi Undang-undang yang hendak melemahkan, bahkan membubarkan KPK. "Barangkali ini alasan mengapa banyak partai politik yang tidak suka dengan KPK dan lebih ingin lembaga ini bubar atau dilemahkan," kata aktivis ICW Emerson Yuntho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2015).