85.404 Jemaah Haji Telah Tiba di Arab Saudi, Pergeseran Ke Makkah Terus Berjalan



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Berdasarkan data real time  Kementerian Haji dan Umroh, jemaah haji yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 219 kloter dengan total jemaah mencapai 85.404 jemaah hingga Senin (4/5/2026) pukul 08.42 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sementara itu, hingga Minggu (3/5/2026), sebanyak 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas haji telah tiba di Madinah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh Maria Assegaff membeberkan, memasuki memasuki hari ke-14 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan lancar. Selain itu, proses pemindahan jemaah haji dari Madinah ke Makkah sejak 30 April 2026 lalu juga terus dilakukan.


Baca Juga: Presiden Prabowo Memanggil Kepala PPATK, Perkuat Pengawasan Aliran Dana

“Secara umum, proses pemberangkatan kedatangan setelah pergerakan jemaah dari Madinah menuju ke Mekah berjalan dengan lancar, tertib, dan terus mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” tutur Maria dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Hingga kini, sebanyak 52 kloter dengan 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melanjutkan serangkaian ibadah umroh wajib serta persiapan menuju ke puncak haji di Arofah, Musdalifah, dan Mina.

“Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas, guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah selama proses perjalanan,” ungkapnya.

Dari sisi lainnya kesehatan, Maria mencatat secara kumulatif total jemaah yang rawat jalan sebanyak 8.575 orang. Sementara itu jumlah jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 130 orang, dan jemaah yang dirujuk ke Ruas Sakit Arab Saudi sebanyak 172 orang.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Jemaah Haji di Usia 103 Tahun, Mbah Mardi Akhirnya Tiba di Madinah

Namun hingga saat ini jumlah jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 58 orang.

“Jadi secara umum kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan layanan medis secara optimal, baik, dan di tiap klokter, kemudian di tiap sektor, maupun juga fasilitas kesehatan di tempat rujukan,"tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News