KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masa penawaran ORI029 telah berlangsung selama 9 hari. Adapun SBN ritel pertama pada tahun 2026 ini ditawarkan mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026. Berdasarkan data Bareksa, ORI029 tenor tiga tahun telah terjual 25% dan masih ada sisa kuota sebesar Rp 11.277.177.000.000. Sedangkan ORI029 tenor enam tahun telah terjual 13% dan masih ada sisa kuota sebesar Rp 8.745.144.000.000.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi menyampaikan komitmen BNI Sekuritas sebagai mitra distribusi SBN dalam menyediakan alternatif investasi yang aman dan menarik bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih, Begini Prospek Emiten Migas Menurutnya, ORI029 dapat menjadi pilihan strategis dalam melakukan diversifikasi portofolio, khususnya di tengah kondisi pasar yang dinamis dengan tingkat volatilitas yang masih tinggi akibat berbagai faktor global dan domestik. Sebagai instrumen investasi yang dijamin sepenuhnya oleh Negara, baik dari sisi pembayaran kupon maupun pokok investasi, ORI029 menawarkan tingkat risiko yang relatif rendah dengan imbal hasil yang tetap kompetitif. "Hal ini menjadikan ORI029 relevan bagi investor yang ingin menjaga stabilitas fundamental serta kinerja portofolio dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Teddy kepada Kontan, Rabu (4/2/2026). Seperti diketahui, sebagai SBN ritel pertama yang diterbitkan pada tahun 2026, ORI029 hadir dalam dua pilihan tenor investasi. ORI029-T3 dengan jangka waktu tiga tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029. Serta ORI029-T6 dengan tenor enam tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2032. ORI029 menawarkan tingkat kupon yang kompetitif, masing-masing sebesar 5.45% per tahun untuk ORI029-T3 dan 5.80% per tahun untuk ORI029-T6.
Baca Juga: Rekor Baru! Permintaan Emas Dunia Tembus 5.002 Ton Sepanjang 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News