9 Saham HSC Bergerak Variatif, Begini Pergerakannya di Pagi Ini (6/4)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) cenderung tertekan pada awal perdagangan Senin (6/4/2026).

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar sembilan saham dengan tingkat kepemilikan di atas 95% per 31 Maret 2026.

Mengacu data RTI pukul 10.02 WIB yang dikutip Kontan, mayoritas saham dalam daftar tersebut dibuka di zona merah, meski beberapa mencatatkan penguatan.


Di mana, saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) menjadi salah satu yang menguat, yakni naik 9,76% ke level Rp 1.125 per saham. Penguatan juga terjadi pada PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang melonjak 11,42% ke Rp 2.000 per saham.

Baca Juga: Saham Emiten Rumah Sakit Masih Menjanjikan, MIKA dan SILO Jadi Pilihan Utama

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada sebagian besar saham lainnya. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) melemah 6,61% ke Rp 3.110 per saham, sedangkan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) terkoreksi 14,58% ke Rp 820 per saham.

Koreksi harga juga dialami PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) yang turun 10,00% ke Rp 4.230 per saham, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang merosot 13,06% ke Rp 1.930 per saham.

Selanjutnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melemah 12,60% ke Rp 5.375 per saham. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga terkoreksi 8,49% ke Rp 64.400 per saham, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 9,79% ke Rp 4.330 per saham.

Sebagai informasi, BEI sebelumnya menetapkan sembilan saham tersebut masuk dalam kategori HSC karena memiliki tingkat kepemilikan oleh kelompok tertentu di atas 95%.

 
BREN Chart by TradingView

Status ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran ketentuan free float, namun menjadi perhatian bagi investor terkait tingkat likuiditas dan distribusi kepemilikan saham di pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News