KONTAN.CO.ID - HANOI. Tiga maskapai Vietnam memborong total 90 pesawat dari raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing, dalam kesepakatan bernilai puluhan miliar dolar AS. Transaksi jumbo ini terjadi di tengah negosiasi dagang baru antara Vietnam dan Amerika Serikat, sekaligus memberi sinyal kuat arah diplomasi ekonomi Hanoi. Penandatanganan dilakukan saat Kepala Partai Komunis Vietnam To Lam melakukan kunjungan ke AS untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace inisiatif yang digagas Presiden Donald Trump. Momentum politik tersebut mempertegas bahwa transaksi pesawat tak sekadar urusan bisnis, tetapi juga bagian dari strategi meredam friksi dagang. Melansir Bloomberg (19/2), maskapai pelat merah Vietnam Airlines meneken kontrak US$ 8,1 miliar untuk membeli 50 unit Boeing 737-8 berbadan sempit. Pengiriman dijadwalkan pada 2030–2032, yang akan mendorong total armada menjadi sekitar 151 pesawat pada 2030. Di saat bersamaan, maskapai ini masih membuka pembicaraan tambahan untuk 30 pesawat berbadan lebar senilai hingga US$ 12 miliar sebuah rencana ekspansi agresif yang sarat kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
90 Boeing Dibeli Vietnam, Ada Apa di Balik Mega Transaksi Ini?
KONTAN.CO.ID - HANOI. Tiga maskapai Vietnam memborong total 90 pesawat dari raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing, dalam kesepakatan bernilai puluhan miliar dolar AS. Transaksi jumbo ini terjadi di tengah negosiasi dagang baru antara Vietnam dan Amerika Serikat, sekaligus memberi sinyal kuat arah diplomasi ekonomi Hanoi. Penandatanganan dilakukan saat Kepala Partai Komunis Vietnam To Lam melakukan kunjungan ke AS untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace inisiatif yang digagas Presiden Donald Trump. Momentum politik tersebut mempertegas bahwa transaksi pesawat tak sekadar urusan bisnis, tetapi juga bagian dari strategi meredam friksi dagang. Melansir Bloomberg (19/2), maskapai pelat merah Vietnam Airlines meneken kontrak US$ 8,1 miliar untuk membeli 50 unit Boeing 737-8 berbadan sempit. Pengiriman dijadwalkan pada 2030–2032, yang akan mendorong total armada menjadi sekitar 151 pesawat pada 2030. Di saat bersamaan, maskapai ini masih membuka pembicaraan tambahan untuk 30 pesawat berbadan lebar senilai hingga US$ 12 miliar sebuah rencana ekspansi agresif yang sarat kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
TAG: