MERAUKE. Pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Asmat, Papua, sering mengalami hambatan gelombang laut tinggi. Hal itu mengakibatkan pengiriman Premium, Solar dan Minyak Tanah kerap terhambat."Pengiriman BBM ke Asmat itu kendala utamanya adalah cuaca buruk. Seperti sekarang ombak sedang tinggi," ungkap agen penyalur BBM Pertamina, Waris, di Merauke, Minggu (22/1).Ia menuturkan, kapal pengangkut BBM tidak berani berlayar bila ombak tinggi, karena membahayakan keselamatan pelayaran. Akibatnya, pengiriman BBM terpaksa ditunda menunggu gelombang laut lebih tenang.Menurut Waris, alokasi BBM bersubsidi dari Pertamina saat itu di bawah kebutuhan masyarakat sehingga membuat persediaan cepat habis. Dari tiga agen Pertamina di Agats, Asmat, yang memasok BBM ke Asmat total jatah mereka sebesar 140 ton untuk Premium bersubsidi dan 50 ton solar bersubsidi."Kebutuhan masyarakat di atas itu karena kebutuhan memang besar untuk bahan bakar speedboat. Itu alat transportasi utama warga. Akibatnya BBM bersubsidi di sana cepat habis," tuturnya. Menurut Kepala Unit Pemasaran VIII Merauke, P Habeahan, pengiriman BBM bersubsidi di Asmat sudah sesuai alokasi yang ditetapkan. Erwin Edhi Prasetyo | Nasru Alam Aziz, Kompas.com
Pengiriman BBM ke Asmat kerap terhambat cuaca
MERAUKE. Pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Asmat, Papua, sering mengalami hambatan gelombang laut tinggi. Hal itu mengakibatkan pengiriman Premium, Solar dan Minyak Tanah kerap terhambat."Pengiriman BBM ke Asmat itu kendala utamanya adalah cuaca buruk. Seperti sekarang ombak sedang tinggi," ungkap agen penyalur BBM Pertamina, Waris, di Merauke, Minggu (22/1).Ia menuturkan, kapal pengangkut BBM tidak berani berlayar bila ombak tinggi, karena membahayakan keselamatan pelayaran. Akibatnya, pengiriman BBM terpaksa ditunda menunggu gelombang laut lebih tenang.Menurut Waris, alokasi BBM bersubsidi dari Pertamina saat itu di bawah kebutuhan masyarakat sehingga membuat persediaan cepat habis. Dari tiga agen Pertamina di Agats, Asmat, yang memasok BBM ke Asmat total jatah mereka sebesar 140 ton untuk Premium bersubsidi dan 50 ton solar bersubsidi."Kebutuhan masyarakat di atas itu karena kebutuhan memang besar untuk bahan bakar speedboat. Itu alat transportasi utama warga. Akibatnya BBM bersubsidi di sana cepat habis," tuturnya. Menurut Kepala Unit Pemasaran VIII Merauke, P Habeahan, pengiriman BBM bersubsidi di Asmat sudah sesuai alokasi yang ditetapkan. Erwin Edhi Prasetyo | Nasru Alam Aziz, Kompas.com