AAJI Catat Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim Rp 152,2 juta untuk Bencana Gempa di NTT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerugian materiil hingga berdampak terhadap aspek kemanusiaan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim sebesar Rp 152,2 juta untuk untuk bencana gempa di NTT.

Berdasarkan profil bisnis industri asuransi jiwa di NTT, Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan saat ini terdapat 29 perusahaan asuransi jiwa yang hadir melayani masyarakat, dengan total nilai pertanggungan (sum at risk) sebesar Rp 16,3 triliun. Adapun nilai tersebut terdiri dari lini bisnis jiwa Rp 11,8 triliun dan kesehatan Rp 4,5 triliun. 

"Nilai pertanggungan tersebut jauh melampaui klaim yang timbul, menunjukkan kapasitas industri yang kuat dan siap menghadapi bencana," ungkapnya dalam acara Media Briefing & Simbolis Penyerahan Donasi di Grha AAJI, Jakarta Selatan


Baca Juga: Laba Universal BPR Melonjak 115,61% hingga September 2026

Albertus mengatakan angka tersebut menunjukkan peran industri asuransi jiwa dalam memenuhi kewajiban perlindungan kepada nasabah sesuai ketentuan polis. Dia juga menyebut perlindungan asuransi perlu diwujudkan melalui pemenuhan hak nasabah ketika risiko terjadi. 

Di sisi lain, Albertus menyampaikan masih terdapat peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa di NTT, sebagaimana di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa. Dia menyebut makin luas masyarakat yang memiliki perlindungan, makin besar juga peluang bagi keluarga untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko yang tidak terduga.

Albertus menjelaskan risiko merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi di luar prediksi, termasuk bencana alam. Dia bilang gempa bumi di NTT menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana. 

Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama 19 perusahaan anggota memperkuat solidaritas industri melalui Program Industry Social Responsibility (ISR) Kebaikan Berkelanjutan Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Program tersebut, AAJI bersama perusahaan anggota mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana NTT.

Berkolaborasi bersama Yayasan Benih Baik, Albertus menerangkan inisiatif itu diwujudkan dengan donasi sebesar Rp 315 juta untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi. Dia menyebut program itu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan sumur bor dan instalasi pipanisasi untuk memperluas akses air bersih. 

Bantuan itu ditargetkan menjangkau Desa Kotakeo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan estimasi konservatif sekitar 3.000 penerima manfaat. Albertus menambahkan, pihaknya juga memberikan bantuan pendidikan berupa school kit ditujukan kepada 150 siswa terdampak wilayah NTT. 

Baca Juga: AAUI Proyeksikan Asuransi Kendaraan Tumbuh hingga 7% pada Akhir 2026

Founder Yayasan Benih Baik Andy Noya menyampaikan Benih Baik mengapresiasi dukungan AAJI dan perusahaan anggota dalam Program ISR NTT. Menurutnya, pemulihan pascagempa tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar. 

"Melalui kolaborasi itu, kami berharap dapat membantu masyarakat dan pelajar di NTT bangkit, memulihkan kehidupan mereka, dan membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Sejalan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan upaya memperluas inklusi asuransi jiwa, Kepala Departemen Marketing AAJI Karin Zulkarnaen menyampaikam AAJI juga menyerahkan 60 polis asuransi mikro kepada tenaga kesehatan, guru, dan relawan di NTT. Polis tersebut terdiri dari 30 polis dari PT AXA Mandiri Financial Services dengan perlindungan risiko meninggal dunia, serta 30 polis dari PT Asuransi BRI Life dengan perlindungan kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia.

“Klaim yang dibayarkan adalah kewajiban yang ditepati. Donasi dan polis adalah kepedulian di luar kewajiban, sekaligus langkah awal memperluas perlindungan asuransi jiwa di NTT,” ucap Karin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News