AAJI Catat Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 1,8% pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan premi industri asuransi jiwa masih mengalami penurunan sepanjang 2025.

AAJI mencatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 181,27 triliun pada periode Januari-Desember 2025 atau turun 1,8% secara tahunan (year on year/YoY).

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menjelaskan bahwa penurunan premi tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih pola pembayaran premi.


“Kondisi tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih pola pembayaran premi,” ujar Albertus dalam konferensi pers AAJI di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Kelompok Bank KBMI 4 Kuasai 51% Aset Perbankan, Bank Kecil Harus Siap Bersaing

Adapun pendapatan premi bisnis baru juga menurun tipis 0,1% mencapai Rp 107,51 triliun. Dari jumlah tersebut, premi tunggal tercatat sebesar Rp 77,45 triliun, sementara premi lanjutan (renewal) mencapai Rp 73,76 triliun.

Jika dirinci berdasarkan jenis produk, premi asuransi jiwa tradisional masih tumbuh sebesar 2,4% yang mencapai sebesar Rp 113,03 triliun, sedangkan premi dari produk unitlink terkontraksi sebanyak 8,2% dengan nilai mencapai Rp 68,24 triliun.

Sementara itu, jika dilihat dari lini usaha, premi asuransi jiwa konvensional turun 1,2% dengan nilai mencapai Rp 160,08 triliun dan premi asuransi jiwa syariah sebesar Rp 21,19 triliun atau juga turun 6,2% per 2025.

Dari sisi kanal distribusi, bancassurance masih menjadi kontributor terbesar dengan perolehan premi sebesar Rp 76,91 triliun. Selanjutnya disusul kanal keagenan sebesar Rp 58,40 triliun serta kanal distribusi lainnya senilai Rp 45,96 triliun.

Lebih lanjut, jumlah tertanggung industri asuransi jiwa mengalami peningkatan 8,6% secara tahunan menjadi 168,03 juta orang pada akhir 2025.

Baca Juga: PermataBank (BNLI) Gelar RUPST 7 April 2026, Cermati Kisi-Kisi Dividennya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News