KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama LIMRA-LOMA meluncurkan Program Pacesetter untuk meningkatkan kompetensi tenaga distribusi sekaligus menyiapkan calon pemimpin keagenan di industri asuransi jiwa. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan
agency leader dan tenaga distribusi dengan standar profesional internasional, terutama dalam aspek kepemimpinan dan manajemen penjualan. Peluncuran Program Pacesetter merupakan bagian dari kerja sama AAJI dengan sejumlah mitra strategis melalui Centre of Excellence AAJI.
Baca Juga: Penerbitan Surat Utang Multifinance Turun 12,71%, OJK Ungkap Prospeknya Program ini juga dikaitkan dengan kebutuhan industri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tersebut sejalan dengan POJK Nomor 34 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia bagi Perusahaan Perasuransian. Aturan tersebut mengatur pengembangan kompetensi SDM melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan kepemimpinan. Regulasi OJK juga mengakui sertifikasi profesi global yang diterbitkan lembaga internasional dan telah terdaftar di OJK. Senior Managing Director and Business Head, SEA and India, LL Global Services, Inc. Premraj Thuraisingam mengatakan, penguatan profesionalisme tenaga pemasaran membutuhkan pemimpin penjualan yang memiliki kompetensi memadai. Menurut dia, Program Pacesetter dirancang sebagai program pengembangan kepemimpinan dan
sales management bagi pemimpin tim penjualan. "Program ini dikembangkan sebagai bagian dari tanggung jawab industri dalam memperkuat perlindungan konsumen melalui penciptaan pemimpin tenaga pemasar yang profesional dan bertaraf internasional," ujar Premraj dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Kredit Macet Properti Masih Tinggi di Tengah Pertumbuhan Kredit yang Agresif Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem industri asuransi jiwa.
"Dengan SDM yang berpengetahuan, kompeten, dan adaptif, kami yakin industri dapat terus menjaga relevansinya serta menjawab kebutuhan keluarga Indonesia," ujar Albertus. Melalui Program Pacesetter, AAJI dan LIMRA-LOMA berharap perusahaan asuransi dapat meningkatkan kompetensi tenaga pemasar sekaligus menyiapkan agency leader yang mampu menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Program tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan profesionalisme SDM industri asuransi secara berkelanjutan, sejalan dengan ketentuan pengembangan kualitas SDM yang ditetapkan regulator. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News