AAJI Optimistis Premi Asuransi Kesehatan Tetap Tumbuh Positif pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimistis kinerja lini asuransi kesehatan akan tetap positif dan berkelanjutan pada 2026. Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan optimisme itu terlihat dari data kinerja asuransi kesehatan dalam tiga tahun terakhir. 

Dia menyebut premi asuransi kesehatan tradisional tumbuh rata-rata sekitar 20,6% per tahun. Per November 2025, kontribusinya telah mencapai 18,82% dari total premi asuransi jiwa. 

"Hal tersebut menunjukkan bahwa asuransi kesehatan makin menjadi instrumen utama masyarakat dalam mengelola risiko kesehatan," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).


Baca Juga: Ini Kata PPATK Soal Permintaan Pembukaan Pemblokiran Rekening Dana Syariah Indonesia

Emira menerangkan pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa faktor struktural. Dia menyebut salah satu faktornya, yakni meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan di tengah kenaikan biaya layanan medis, peningkatan literasi keuangan dan perasuransian berdasarkan data SNLIK 2025 menjadi 45,45% dari 36,90% pada 2024. 

"Selain itu, perubahan pola keluarga dari extended family ke nuclear family membuat individu dan keluarga makin mandiri dalam mengelola risiko kesehatan, sehingga kebutuhan terhadap asuransi menjadi makin relevan," katanya.

Di sisi lain, Emira menerangkan meningkatnya prevalensi penyakit kritis, seperti jantung, kanker, dan stroke, juga memperkuat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan tambahan sebagai pelengkap jaminan kesehatan nasional. Dia bilang kombinasi faktor demografis, sosial, dan ekonomi tersebut yang membuat AAJI tetap optimistis terhadap pertumbuhan asuransi kesehatan ke depannya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi kesehatan di industri asuransi jiwa mencapai Rp 30,84 triliun. Nilai tersebut tumbuh 17,23% secara year on year. Adapun berkontribusi sebesar 18,82% terhadap total premi asuransi jiwa.

OJK menerangkan capaian tersebut menjadikan produk asuransi kesehatan sebagai kontributor premi terbesar ketiga di industri asuransi jiwa, setelah produk endowment dan unitlink. 

Selanjutnya: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News