AAJI Proyeksikan Produk Endowment Masih Berpeluang Tumbuh pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memproyeksikan produk endowment yang merupakan produk tradisional masih memiliki ruang pertumbuhan pada 2026.

Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat menyampaikan proyeksi itu sejalan dengan masih adanya kebutuhan masyarakat terhadap produk proteksi yang menawarkan kepastian manfaat, baik berupa perlindungan jiwa maupun nilai manfaat jatuh tempo yang dijamin. 

"Karakteristik tersebut membuat produk endowment tetap relevan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian," katanya kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).


Baca Juga: Dana Pensiun PELNI Dibubarkan OJK, Simak Kejelasan Hak Lewat Likuidator

Lebih lanjut, Emira menerangkan bahwa besaran premi endowment sangat bervariasi dan ditentukan oleh sejumlah faktor risiko, seperti usia masuk, jenis kelamin, kondisi kesehatan, serta besaran uang pertanggungan. 

Dengan demikian, dia bilang produk endowment tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing calon pemegang polis.

Secara keseluruhan, Emira menyebut bahwa produk endowment merupakan bagian dari produk asuransi jiwa tradisional saat ini masih menunjukkan kinerja yang solid. Dia menyebut per September 2025, produk asuransi jiwa tradisional mendominasi sekitar 63% dari total pendapatan premi industri asuransi jiwa, dengan nilai premi sebesar Rp 83,98 triliun.

"Nilainya tumbuh 7%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), rata-rata pertumbuhan premi produk tradisional tercatat 16,8%," ujar Emira.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan penyebab utama terkontraksinya premi unitlink karena adanya pergeseran minat masyarakat ke produk tradisional, yakni endowment.

Baca Juga: Kendati BI Longgarkan Suku Bunga, Cost of Fund Bank Masih Tertahan

"Adanya pergeseran produk dari unitlink ke produk endowment dan proteksi murni yang pertumbuhannya lebih stabil," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (27/11).

Asal tahu saja, total pendapatan premi asuransi jiwa dari lini usaha unitlink sebesar Rp 30,67 triliun per kuartal III-2025. Nilainya terkontraksi 17,57% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Selanjutnya: Rig EMR-01 Elnusa Berhasil Terapkan Teknologi CWD di Sumur Migas Samberah

Menarik Dibaca: Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News