JAKARTA. Pendapatan premi industri asuransi jiwa tahun ini memang tidak terlalu menggembirakan. Pertumbuhannya cuma single digit sampai paruh pertama tahun ini. Namun demikian, pelaku industri punya harapan cerah dalam menghadapi bisnis di tahun depan. Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, pertumbuhan premi tahun depan akan berkisar 23% - 29%. Selain itu, peningkatan aset juga diperkirakan naik dengan kisaran 18% - 32% dan investasi sebesar 13% - 33%. Optimisme ini bukan isapan jempol, mengingat bonus demografi dan peningkatan densitas asuransi, serta membengkaknya penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. “Selain itu, peningkatan kelas menengah sebanyak 35% (berdasarkan World Economic Outlook),” ujarnya, kemarin.
AAJI ramal premi tumbuh hingga 29% tahun depan
JAKARTA. Pendapatan premi industri asuransi jiwa tahun ini memang tidak terlalu menggembirakan. Pertumbuhannya cuma single digit sampai paruh pertama tahun ini. Namun demikian, pelaku industri punya harapan cerah dalam menghadapi bisnis di tahun depan. Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, pertumbuhan premi tahun depan akan berkisar 23% - 29%. Selain itu, peningkatan aset juga diperkirakan naik dengan kisaran 18% - 32% dan investasi sebesar 13% - 33%. Optimisme ini bukan isapan jempol, mengingat bonus demografi dan peningkatan densitas asuransi, serta membengkaknya penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. “Selain itu, peningkatan kelas menengah sebanyak 35% (berdasarkan World Economic Outlook),” ujarnya, kemarin.