Aan Ibrahim memang seorang desainer yang penuh dedikasi dan totalitas. Ia rela meninggalkan pekerjaan sebelumnya demi mengembangkan busana adat asal tanah kelahirnya, Lampung. Kini, Lampung tidak hanya dikenal produk kain tapisnya, tapi juga busana sulam ususnya. Agar busana sulam usus hasil rancangannya dikenal para pecinta fesyen, Aan rajin memperkenalkan produknya di berbagai even pameran. Antara lain, Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week, Festival Krakatau, Inacraft, dan berbagai even lainnya. Para pekerjanya itu berasal dari enam kabupaten di Lampung, antara lain, Kabupaten Tulang Bawang, Tanggamus, dan Lampung Barat. "Para perajin diberikan pelatihan selama tiga bulan bagaimana proses pembuatan baju hingga jadi. Kalau di workshop proses finishing saja," kata Aan.
Aan berdayakan masyarakat produksi sulam usus (3)
Aan Ibrahim memang seorang desainer yang penuh dedikasi dan totalitas. Ia rela meninggalkan pekerjaan sebelumnya demi mengembangkan busana adat asal tanah kelahirnya, Lampung. Kini, Lampung tidak hanya dikenal produk kain tapisnya, tapi juga busana sulam ususnya. Agar busana sulam usus hasil rancangannya dikenal para pecinta fesyen, Aan rajin memperkenalkan produknya di berbagai even pameran. Antara lain, Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week, Festival Krakatau, Inacraft, dan berbagai even lainnya. Para pekerjanya itu berasal dari enam kabupaten di Lampung, antara lain, Kabupaten Tulang Bawang, Tanggamus, dan Lampung Barat. "Para perajin diberikan pelatihan selama tiga bulan bagaimana proses pembuatan baju hingga jadi. Kalau di workshop proses finishing saja," kata Aan.