AASI Ungkap Strategi Dongkrak Pangsa Aset Asuransi Syariah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyebut industri perlu menerapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan pangsa aset.

Ketua Umum AASI Fauzi Arfan menerangkan salah satu upaya meningkatkan pangsa aset perlu dimulai dengan menghadirkan produk asuransi syariah yang memiliki unique value proposition yang kuat.

"Produk syariah tidak cukup hanya berbeda dari sisi akad, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, seperti manfaatnya relevan, sederhana, terjangkau, mudah dipahami, dan memberikan pengalaman layanan yang baik," ujarnya kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).


Dengan keunggulan yang nyata, Fauzi meyakini asuransi syariah dapat menjadi pilihan pertama masyarakat, bukan sekadar alternatif dari produk konvensional.

Fauzi menambahkan produk yang kuat juga akan memudahkan perusahaan merekrut dan meningkatkan produktivitas agen. Sebab, mereka memiliki solusi yang menarik dan lebih mudah dijelaskan kepada calon peserta.

Baca Juga: ETF Emas Mulai Dilirik Dapen, OJK Ungkap Alasan Instrumen Ini Ditunggu

"Ketika produk yang relevan didukung tenaga pemasar berkualitas serta distribusi melalui komunitas dan ekosistem halal, jumlah peserta dan kontribusi dapat meningkat," tuturnya.

Fauzi mengatakan pertumbuhan bisnis yang sehat tersebut selanjutnya akan memperkuat Dana Tabarru’, hasil investasi, aset, dan kapasitas perusahaan untuk kembali melakukan ekspansi. Dengan demikian, dia optimistis pangsa aset industri meningkat secara berkelanjutan ke depannya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total aset industri asuransi syariah mencapai Rp 51,51 triliun per Juni 2026.

Adapun nilai pangsa aset asuransi syariah terhadap industri asuransi komersial tercatat meningkat dari 5,06% per Juni 2025 menjadi 5,32% per Juni 2026. Meski meningkat, pangsanya terbilang masih minim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News