AAUI Beberkan Peluang dan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Laba Asuransi Umum pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membeberkan peluang dan tantangan yang dapat memengaruhi kinerja laba industri asuransi umum pada 2026. Dari sisi peluang, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menerangkan penguatan tata kelola dan regulasi yang mendorong industri menjadi lebih disiplin dan sehat tetap menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan laba. 

Selain itu, Budi menjelaskan peluang meningkatkan laba juga bisa datang dari masih terbukanya ruang pertumbuhan produk mikro, khususnya untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta potensi penerapan asuransi wajib, seperti asuransi Third Party Liabillity (TPL).

Baca Juga: AAUI Jelaskan Penyebab Asuransi Umum Balikkan Keadaan Rugi Jadi Laba per November2025


"Ditambah, ekonomi digital dan embedded insurance melalui platform e-commerce, travel, dan layanan digital lainnya juga memiliki ruang penetrasi yang luas untuk memperluas basis premi," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Dalam kondisi saat ini, Budi menyebut pasar reasuransi global yang relatif soft memberikan ruang bagi perusahaan asuransi untuk memperoleh kapasitas dan struktur proteksi dengan biaya yang lebih kompetitif. Dengan demikian, dapat membantu menjaga stabilitas margin underwriting. 

Baca Juga: Premi Asuransi Umum Masih Tumbuh 1,88% hingga November 2025

Dari sisi tantangan, Budi menerangkan adanya peningkatan risiko akibat perubahan iklim dan bencana yang dapat menaikkan frekuensi dan severitas klaim, fluktuasi nilai tukar, dan inflasi yang berpotensi meningkatkan biaya klaim, terutama pada lini asuransi kendaraan, properti, dan kesehatan. 

Selain itu, dia bilang tantangan berasal dari implikasi implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, yang dapat menimbulkan volatilitas laporan keuangan dalam jangka pendek, meskipun tidak mengubah kondisi fundamental industri.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba setelah pajak industri asuransi umum per November 2025 mencapai Rp 16,9 triliun, atau berhasil membalikkan keadaan dari rugi Rp 13,5 triliun per November 2024. 

Baca Juga: Asuransi Umum Bidik Pertumbuhan Premi Konservatif pada 2026

Selanjutnya: Ketua Komisi XI DPR: Thomas Djiwandono Penuhi Syarat Calon Deputi Gubernur BI

Menarik Dibaca: Pastikan Kanal Pemesanan Tiket Lebaran Stabil, KAI Lakukan Migrasi Sistem Besok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News