KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membeberkan penyebab premi perusahaan reasuransi tertekan per akhir 2025. Berdasarkan data AAUI, pendapatan premi perusahaan reasuransi pada 2025 mencapai Rp 17,82 triliun, atau terkontraksi sebesar 17,3% secara Year on Year (YoY). Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan salah satu pemicunya karena adanya premi reasuransi yang masih ditempatkan ke luar negeri. Dia bilang kondisi tersebut dipicu faktor kapasitas reasuransi domestik yang memang menjadi salah satu pertimbangan perusahaan asuransi dalam mengalihkan risiko. "Khususnya untuk risiko-risiko besar dan kompleks, seperti energi, aviasi, marine, maupun risiko katastropik dengan akumulasi tinggi," ucapnya kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).
AAUI Beberkan Penyebab Premi Perusahaan Reasuransi Tertekan pada 2025
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membeberkan penyebab premi perusahaan reasuransi tertekan per akhir 2025. Berdasarkan data AAUI, pendapatan premi perusahaan reasuransi pada 2025 mencapai Rp 17,82 triliun, atau terkontraksi sebesar 17,3% secara Year on Year (YoY). Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan salah satu pemicunya karena adanya premi reasuransi yang masih ditempatkan ke luar negeri. Dia bilang kondisi tersebut dipicu faktor kapasitas reasuransi domestik yang memang menjadi salah satu pertimbangan perusahaan asuransi dalam mengalihkan risiko. "Khususnya untuk risiko-risiko besar dan kompleks, seperti energi, aviasi, marine, maupun risiko katastropik dengan akumulasi tinggi," ucapnya kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).