KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya risiko kecelakaan menjadi perhatian bagi industri asuransi terutama pada lini bisnis
marine hull. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan segmen bisnis ini masih menunjukkan tren yang positif hingga pertengahan tahun 2026. Meski data per semester I-2026 masih dalam tahap finalisasi perhitungan, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan secara indikasi asuransi
marine hull mencatatkan kinerja yang apik.
"Secara indikatif, data Semester I-2026 menunjukkan bahwa premi
marine hull mengalami pertumbuhan, sementara klaim juga meningkat namun masih dalam tingkat yang relatif terjaga," ujarnya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026). Sebagai gambaran, pada kuartal I-2026 AAUI mencatatkan pertumbuhan premi
marine hull sebesar 15,4% dengan nilai mencapai Rp1,08 triliun. Sementara itu, klaim juga mengalami peningkatan sebesar 34,6% atau senilai Rp400 miliar.
Baca Juga: Tingginya Kecelakaan Kapal Jadi Tantangan bagi Bisnis Asuransi Marine Hull Kinerja tersebut tetap terjaga hingga kuartal II-2026. Kata Budi, kebutuhan akan perlindungan aset kapal tetap cukup kuat. Hal ini sejalan dengan aktivitas transportasi laut, logistik, perdagangan, energi, dan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Di sisi lain,
marine hull menjadi salah satu instrumen penting untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan fisik kapal akibat berbagai risiko pelayaran. Dengan positifnya tren pada kuartal I-2026 hingga pertengahan tahun ini, AAUI memperkirakan bisnis ini masih cukup positif hingga akhir tahun 2026.
Baca Juga: Asuransi Marine Hull Diproyeksikan Tumbuh Moderat pada 2026 Proyeksi ini sejalan dengan kebutuhan perlindungan terhadap aktivitas pelayaran, logistik perdagangan, dan kegiatan ekonomi berbasis kelautan. Namun, pertumbuhan bisnis ini tetap harus diimbangi dengan penerapan
underwriting dan manajemen risiko yang
prudent.
Industri asuransi yang memiliki bisnis
marine hull perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain kondisi dan usai kapal, rute pelayaran, jenis muatan, rekam jejak kerugiaan dan kepatuhan kapal terhadap standar keselamatan. Melalui pengelolaan risiko yang baik, AAUI melihat bisnis
marine hull masih memiliki ruang pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan pada semester II-2026.
Baca Juga: Premi Asuransi Marine Hull MSIG Indonesia Naik 51% pada 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News