KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai pelemahan nilai tukar Rupiah dapat memberikan dampak terhadap bisnis reasuransi, khususnya apabila terdapat transaksi dalam mata uang asing. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan dampaknya, yakni dapat terlihat dari meningkatnya beban klaim dalam Rupiah untuk polis yang menggunakan denominasi valuta asing, terutama Dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, dia bilang perusahaan juga perlu memperhatikan potensi mismatch antara aset dan liabilitas. "Apabila kewajiban klaim diproyeksikan dalam mata uang asing, sedangkan aset mayoritas dalam Rupiah, tentu kebutuhan cadangan teknis dapat meningkat dan pada akhirnya berpotensi menekan rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC)," ucapnya kepada Kontan, Selasa (12/5).
AAUI Nilai Pelemahan Rupiah Dapat Memberikan Dampak terhadap Bisnis Reasuransi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai pelemahan nilai tukar Rupiah dapat memberikan dampak terhadap bisnis reasuransi, khususnya apabila terdapat transaksi dalam mata uang asing. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan dampaknya, yakni dapat terlihat dari meningkatnya beban klaim dalam Rupiah untuk polis yang menggunakan denominasi valuta asing, terutama Dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, dia bilang perusahaan juga perlu memperhatikan potensi mismatch antara aset dan liabilitas. "Apabila kewajiban klaim diproyeksikan dalam mata uang asing, sedangkan aset mayoritas dalam Rupiah, tentu kebutuhan cadangan teknis dapat meningkat dan pada akhirnya berpotensi menekan rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC)," ucapnya kepada Kontan, Selasa (12/5).