KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan nilai investasi yang masuk untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia capai Rp 1.682 triliun dalam 10 tahun. Hal itu sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku 2025-2034. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai target investasi pemerintah di sektor EBT menjadi peluang yang cukup besar bagi industri asuransi umum. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan setiap proyek EBT untuk tahap konstruksi maupun operasional membutuhkan perlindungan risiko yang komprehensif. "Sepanjang realisasi investasi berjalan sesuai rencana, kebutuhan asuransi akan tumbuh seiring meningkatnya nilai dan kompleksitas aset energi yang dikembangkan," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).
AAUI Nilai Target Investasi Pengembangan EBT Jadi Peluang Besar bagi Asuransi Umum
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan nilai investasi yang masuk untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia capai Rp 1.682 triliun dalam 10 tahun. Hal itu sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku 2025-2034. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai target investasi pemerintah di sektor EBT menjadi peluang yang cukup besar bagi industri asuransi umum. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan setiap proyek EBT untuk tahap konstruksi maupun operasional membutuhkan perlindungan risiko yang komprehensif. "Sepanjang realisasi investasi berjalan sesuai rencana, kebutuhan asuransi akan tumbuh seiring meningkatnya nilai dan kompleksitas aset energi yang dikembangkan," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).