KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan rasio klaim asuransi kredit masih berpotensi berada pada level relatif tinggi pada 2026. Dengan catatan, apabila kualitas portofolio kredit belum membaik. Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi pada lini usaha kredit sebesar Rp 19,67 triliun, dengan klaim sebesar Rp 16,83 triliun per Oktober 2025. Dengan demikian, rasio klaim asuransi kredit berada pada level 85,56%. Oleh karena itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai perusahaan asuransi umum perlu mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan rasio klaim asuransi kredit, antara lain kondisi ekonomi dan konsentrasi risiko pada sektor tertentu.
AAUI Perkirakaan Ada Potensi Rasio Klaim Asuransi Kredit di Level Tinggi pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan rasio klaim asuransi kredit masih berpotensi berada pada level relatif tinggi pada 2026. Dengan catatan, apabila kualitas portofolio kredit belum membaik. Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi pada lini usaha kredit sebesar Rp 19,67 triliun, dengan klaim sebesar Rp 16,83 triliun per Oktober 2025. Dengan demikian, rasio klaim asuransi kredit berada pada level 85,56%. Oleh karena itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai perusahaan asuransi umum perlu mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan rasio klaim asuransi kredit, antara lain kondisi ekonomi dan konsentrasi risiko pada sektor tertentu.