AAUI Proyeksikan Asuransi Kendaraan Tumbuh hingga 7% pada Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) masih optimis segmen asuransi kendaraan bermotor bisa terus tumbuh hingga akhir 2026.

Proyeksi ini sejalan dengan kinerja asuransi kendaraan bermotor yang hingga semester I-2026 mencatatkan pertumbuhan premi hingga 4,9% dengan nilai mencapai Rp 9,85 triliun.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengungkapkan asosiasi optimis segmen bisnis ini bisa tumbuh 6%-7% pada akhir tahun 2026. 


Kendati demikian, ia mengimbau agar industri perlu bersikap realistis dalam melihat prospek kinerjanya tahun ini. Pasalnya, asuransi kendaraan masih dibayangi oleh sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerjanya.

Baca Juga: AAUI Nilai Tingginya Volatilitas Pasar Modal Berpotensi Pengaruhi Hasil Investasi

"Kita perlu melihat kembali kondisi ekonomi dan apakah daya beli masyarakat sudah pulih. Selain itu ketidakpastian ekonomi semakin besar, sehingga industri juga perlu menjaga stabilitas," ujarnya saat ditemui langsung setelah acara Konferensi Pers Hari Asuransi ke-20 di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (20/10/26).

Katanya, perkembangan daya beli masyarakat perlu dicermati karena dapat memengaruhi keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan.

Jika menilik data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-September 2026 mencapai 6769.020 unit atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan total mencapai 561.405 unit. Kemudian, penjualan ritel dari dealer ke konsumen juga naik 15,4% secara tahunan dari yang sebelumnya 585.405 unit menjadi 676.223 unit.

Meski begitu, secara bulanan penjualan mobil masih mencatatkan koreksi tipis. Wholesales per September 2026 adalah 79.540 unit, tetapi nilai ini turun 2,7% dibandingkan dengan Agustus 2026 yang mencapai unit 81.757 unit. Termasuk penjualan secara ritel yang pada periode September 2026 adalah sebesar 81.243 unit atau turun 2,6% dari posisi di Agustus 2026 yang tercatat sebesar 83.421 unit.

Kinerja penjualan mobil tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih menjadi faktor penting yang perlu dicermati industri. Apalagi jika pembelian kendaraan dilakukan melalui perusahaan pembiayaan sehingga pada umumnya disertai dengan kebutuhan perlindungan asuransi.

Menurut Budi, berkaitan dengan bisnis asuransi kendaraan, mengingat pembelian kendaraan melalui perusahaan pembiayaan umumnya disertai kebutuhan perlindungan asuransi.

Budi menjelaskan, penjualan kendaraan berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) masih mencatat pertumbuhan secara tahunan. Namun, pertumbuhan tersebut lebih banyak didominasi oleh kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional.

Ia menilai, penjualan kendaraan, pembiayaan, dan asuransi merupakan bagian dari satu ekosistem sehingga perkembangan penjualan kendaraan turut memengaruhi peluang bisnis asuransi kendaraan ke depannya.

Di sisi lain, pemulihan aktivitas ekonomi juga turut memengaruhi pertumbuhan bisnis ini. Namun, pemulihannya tetap masih bergantung pada upaya pemerintah dalam mendorong daya beli dan meningkatkan keinginan masyarakat untuk kembali melakukan pembelian.

Sebagai perbandingan, hingga akhir tahun 2025 tepatnya untuk periode kuartal IV-2025, AAUI mencatatkan premi asuransi kendaraan bermotor terkoreksi 4,2%.

Dengan begitu, melalui proyeksi tersebut, AAUI berharap kinerja asuransi kendaraan bermotor akan terus melanjutkan tren pertumbuhannya dan menunjukkan perbaikan kinerja hingga sisa tahun ini.

Baca Juga: Aktivitas M&A ASEAN Melonjak 30%, Citi Raup Peluang Bisnis Investment Banking

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News