KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengakui industri asuransi umum masih menghadapi tantangan pada 2026. Tekanan klaim di sejumlah lini usaha dan fluktuasi hasil investasi dinilai turut membebani profitabilitas industri, menyusul penurunan laba yang tercatat hingga April 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba industri asuransi umum per April 2026 tercatat sebesar Rp 4,3 triliun, turun dari Rp 5,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, kinerja industri perlu dibaca secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan satu indikator laba pada periode tertentu. Menurutnya, perkembangan premi, klaim, hasil underwriting, hasil investasi, biaya operasional, hingga kondisi permodalan juga perlu menjadi pertimbangan dalam menilai kinerja industri.
AAUI Sebut Tekanan Klaim dan Hasil Investasi Membayangi Laba Asuransi Umum
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengakui industri asuransi umum masih menghadapi tantangan pada 2026. Tekanan klaim di sejumlah lini usaha dan fluktuasi hasil investasi dinilai turut membebani profitabilitas industri, menyusul penurunan laba yang tercatat hingga April 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba industri asuransi umum per April 2026 tercatat sebesar Rp 4,3 triliun, turun dari Rp 5,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, kinerja industri perlu dibaca secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan satu indikator laba pada periode tertentu. Menurutnya, perkembangan premi, klaim, hasil underwriting, hasil investasi, biaya operasional, hingga kondisi permodalan juga perlu menjadi pertimbangan dalam menilai kinerja industri.