Abadi Nusantara (PACK) Berencana Akuisisi Tambang Nikel Bumanik, Nilai Rp 1,4 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana mengakuisisi 100% saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) senilai US$ 79 juta atau setara Rp 1,4 triliun. Rencana ini menjadi bagian dari strategi PACK untuk mengembangkan bisnis di sektor pertambangan bijih nikel.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Kamis (22/10/2026), akuisisi Bumanik akan dilakukan melalui entitas anak PACK, yakni PT Gemilang Padma Raya dan PT Daya Unggul Raya.

Nilai transaksi tersebut setara dengan Rp 1,398 triliun berdasarkan kurs Rp 17.703 per dollar AS pada 31 Agustus 2026. Nilai itu mencapai 26,40% dari ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026 sehingga transaksi dikategorikan sebagai transaksi material.


Baca Juga: Danantara Masuk Pasar, Ini Rekomendasi Saham BMRI BBRI BBNI TLKM ANTM

Untuk menjalankan rencana tersebut, PACK telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan guna menilai nilai wajar Bumanik dan kewajaran transaksi. Berdasarkan hasil penilaian, nilai pasar saham Bumanik mencapai Rp 1,439 triliun dan transaksi dinilai wajar.

Manajemen PACK berencana meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 November 2026.

Bumanik merupakan perusahaan pertambangan bijih nikel yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dengan luas wilayah konsesi 4.778 hektare. Melalui akuisisi ini, PACK menargetkan pengembangan usaha pertambangan nikel di wilayah tersebut sekaligus memperkuat bisnisnya sebagai perusahaan induk.

Seluruh rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 30 November 2026. Manajemen memperkirakan rangkaian aksi korporasi itu dapat memberikan dampak positif bagi perseroan secara konsolidasi, termasuk terhadap penjualan neto dan ekuitas pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News