Abu Dhabi Islamic Bank Tertarik Akuisisi Saham Minoritas BSI, Ini Kata Manajemen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar baru terkait calon investor yang tertarik pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali mencuat. Terbaru, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) dikabarkan sedang dalam tahap pembicaraan untuk rencana akuisisi dengan prospek nilai sebesar US$ 1,1 miliar.

Rabu (17/4), berdasarkan sumber Reuters, ADIB dikabarkan tertarik untuk mengakuisisi 15% saham BSI dari kepemilikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Hanya saja, diskusi sedang dalam tahap awal dan belum ada jaminan kesepakatan.

Ketika dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta tak banyak berkomentar. Ia bahkan mengaku belum mendengar kabar tersebut. 


Hanya saja, ia mengungkapkan bahwa saat ini Direktur Utama BSI Hery Gunadi sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri. Salah satu agendanya adalah Non Deal Roadshow (NDR).

Baca Juga: Abu Dhabi Islamic Bank Dikabarkan Tertarik Akuisisi 15% Saham BSI (BRIS)

Sebagai informasi, NDR sendiri adalah roadshow di mana eksekutif perusahaan memberikan informasi terkini kepada investor tentang kinerja perusahaan. Namun, itu juga tak terkecuali dilakukan kepada calon investor tetapi tidak ada jaminan ekuitas yang ditawarkan.

Bob pun menegaskan bahwa NDR yang tengah dilakukan tak ada kaitannya dengan pencarian calon investor baru. Adapun, NDR ini dilakukan sebagai kewajiban bagi perusahaan yang sudah go public.

”Bagi perusahaan yang sudah go public dan investornya asing, secara frekuen melakukan NDR,” ujarnya.

KONTAN pun telah mencoba menghubungi Hery Gunadi namun belum ada jawaban saat berita ini turun.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang hingga saat ini belum mendengar adanya rencana dari BSI untuk menjual sebagian sahamnya. Oleh karenanya, ia pun tak banyak berkomentar.

“Saya kira itu masih merupakan rumor pasar,” ujar Dian.

Baca Juga: Pada Tahun Ini, Sejumlah Bank Bakal Menggeber Penyaluran KPR FLPP

Pada akhir tahun lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir selama ini pihaknya memang aktif melakukan roadshow untuk mencari calon investor BSI. Ia bercerita bahwa dalam proses roadshow yang telah dilakukan di Timur Tengah, para calon investor baru yang tertarik menginginkan kepemilikan saham yang lebih besar.

Dalam hal ini, Erick menyebutkan para calon investor ini bisa masuk lebih dari 10% kepemilikan saham. Di mana, selama ini yang ditawarkan sekitar 10% hingga 20% saham.

”Kalau bisa itu mereka ingin 15% hingga 20% jadi strategic partner gitu, ini yang mungkin pemegang saham seperti BNI, BRI, Bank Mandiri masih perlu saling curhat,” ujar Erick, Selasa (19/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari