KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) menilai lini asuransi energi masih memiliki prospek yang cerah pada 2026. Meski prospeknya cerah, Kepala Divisi Asuransi Energi dan Properti ACA, Mohamad Baihaqi mengatakan perlu pendekatan yang lebih selektif untuk menggarap lini tersebut. Baihaqi menyampaikan beberapa peluang di lini asuransi energi yang bisa dioptimalkan untuk tahun ini, yaitu adanya transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT), terutama target investasi pemerintah yang sebesar Rp 1.682 triliun untuk EBT menjadi katalis utama. "ACA diprediksi akan lebih banyak menggarap onshore energy, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), karena risiko teknisnya lebih terukur," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).
ACA Nilai Lini Asuransi Energi Masih Memiliki Prospek Cerah pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) menilai lini asuransi energi masih memiliki prospek yang cerah pada 2026. Meski prospeknya cerah, Kepala Divisi Asuransi Energi dan Properti ACA, Mohamad Baihaqi mengatakan perlu pendekatan yang lebih selektif untuk menggarap lini tersebut. Baihaqi menyampaikan beberapa peluang di lini asuransi energi yang bisa dioptimalkan untuk tahun ini, yaitu adanya transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT), terutama target investasi pemerintah yang sebesar Rp 1.682 triliun untuk EBT menjadi katalis utama. "ACA diprediksi akan lebih banyak menggarap onshore energy, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), karena risiko teknisnya lebih terukur," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).