ACC Catat Pertumbuhan Piutang Pembiayaan, NPF Tetap di Bawah 1%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) mencatatkan pertumbuhan piutang pembiayaan secara single digit hingga Maret 2026 di tengah dinamika perekonomian dan perlambatan industri multifinance.

EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh fokus perusahaan dalam menjaga kualitas pembiayaan serta penerapan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Piutang Pembiayaan Tumbuh 18% per Maret 2026, Adira Finance Beberkan Penyebabnya


“Pertumbuhan piutang pembiayaan didorong oleh fokus perusahaan dalam menjaga kualitas pembiayaan, penerapan prinsip kehati-hatian, serta penyesuaian strategi pemasaran sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Riadi kepada Kontan.co.id, Kamis (7/5/2026).

Meski menghadapi tantangan ekonomi, ACC menilai permintaan pembiayaan hingga saat ini masih relatif stabil. Perseroan pun terus memantau perkembangan pasar untuk menyesuaikan strategi bisnis.

Riadi menegaskan, dalam menyalurkan pembiayaan, ACC tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

“Fokus kami adalah menyalurkan pembiayaan secara terukur sesuai kebutuhan konsumen dan kondisi pasar,” katanya.

Baca Juga: CNAF: Ketidakpastian Ekonomi Turut Berdampak Bagi Kinerja Multifinance per Maret 2026

Dari sisi kualitas aset, ACC mencatat rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) berada di bawah 1%.

Angka tersebut dinilai mencerminkan kualitas pembiayaan yang masih terjaga dan berada dalam batas sehat.

Untuk menjaga rasio NPF tetap terkendali, ACC terus memperkuat penerapan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance melambat menjadi 0,61% secara tahunan (year on year/YoY) dengan nilai mencapai Rp 514,09 triliun per Maret 2026.

Sementara itu, rasio NPF gross industri multifinance meningkat menjadi 2,83% per Maret 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News