ACC Melihat Peluang Meningkatkan Pembiayaan Sektor Produktif Masih Terbuka



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menilai peluang untuk meningkatkan pembiayaan sektor produktif masih terbuka.

EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo menyebut hal itu seiring dengan masih adanya kebutuhan dunia usaha. 

"Namun, tetap perlu memperhatikan kondisi perekonomian dan penerapan prinsip kehati-hatian," katanya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).


Baca Juga: Amartha Sebut Penguatan Modal Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri Fintech Lending

Meski demikian, Riadi mengatakan pencapaian pembiayaan ke sektor produktif masih akan dipengaruhi berbagai faktor. Dia bilang faktornya, seperti perkembangan kondisi ekonomi, permintaan pembiayaan, serta aktivitas dunia usaha.

Untuk mendorong kinerja pembiayaan ke sektor produktif, ACC akan menerapkan sejumlah strategi. Riadi menerangkan pihaknya akan terus mengoptimalkan kerja sama dengan mitra usaha, memperluas akses pembiayaan, serta menghadirkan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. 

Mengenai kinerja, Riadi mengatakan porsi pembiayaan sektor produktif ACC tercatat sebesar 37% dari total portofolio pembiayaan per Juni 2026. Adapun total pembiayaan perusahaan per Juni 2026 mencapai Rp 23 triliun per Juni 2026.

Baca Juga: Credit Gap Masih Besar, AFPI Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pindar

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan produktif multifinance per Mei 2026 mencapai Rp 242,08 triliun. Nilainya terkontraksi 1,97%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan produktif memakan porsi 44,57% terhadap total pembiayaan multifinance per Mei 2026. Meski tertekan, dia memperkirakan masih ada ruang bagi pembiayaan produktif untuk tumbuh positif ke depannya, seiring adanya kebutuhan pembiayaan dari sektor tersebut. 

Adapun OJK sempat menargetkan porsi penyaluran pembiayaan multifinance ke sektor produktif sebesar 46%-48% pada 2026-2027. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News