Ace Hardware (ACES) Catatkan Pendapatan Rp 1,70 Triliun, Cek Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mencatatkan penjualan bersih Rp 1,70 triliun pada kuartal I 2023. Penjualan ini naik 4,66% dibanding periode yang sama tahun 2022 yang sebesar Rp 1,62 triliun. 

Kenaikan penjualan didorong oleh produk perbaikan rumah menyumbang sebesar Rp 924,97 miliar, produk gaya hidup berkontribusi Rp 672 miliar, produk permainan senilai Rp 70,45 miliar, dan penjualan konsinyasi bersih sejumlah Rp 33,99 miliar.

Adapun, ACES memperoleh laba periode berjalan yang dapat diatribusikan pada entitas induk senilai Rp 158,36 miliar pada kuartal 1 2023, naik 3,16% dari periode yang sama pada 2022 sebesar Rp 153,49 miliar.


Baca Juga: ACE Hardware (ACES) Targetkan Buka 10-15 Gerai Baru Hingga Akhir Tahun 2023

Kepala riset Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menilai kinerja ACES pada kuartal I 2023 tidak terlalu menggembirakan. Walaupun pendapatan cenderung mengalami kenaikan dibandingkan kuartal I 2022 namun secara kuartalan mengalami penurunan. 

Adapun, kinerja penjualan ACES masih belum mampu mencapai level tertinggi yang justru terjadi di masa pandemi, yaitu ketika masyarakat menghabiskan banyak waktu di rumah sehingga membuat aktifitas pembelian barang-barang perkakas meningkat. 

 
ACES Chart by TradingView

"Di kuartal I 2023 terlihat bahwa aktifitas masyarakat berfokus pada aktifitas sosial," jelasnya kepada kontan, Senin (8/5).

Menurut Raphon emiten ACES berbeda dengan emiten ritel lainnya. Dimana jika secara siklus, momen lebaran tidak terlalu memberikan dampak bagi penjualan. Karena momen lebaran, biasanya masyarakat tidak terlalu fokus pada pembelian perkakas. Namun, pada kuartal IV atau akhir tahun selalu menjadi high season bagi emiten ACES sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Baca Juga: Mencari Saham Pilihan Jelang Bulan Ramadan

Raphon memperkirakan kinerja ACES di 2023 masih akan stabil di mana laba bersih diperkirakan berada di kisaran Rp 600 miliar - Rp 700 miliar.

"Pendapatan masih tersendat mengingat produk perkakas diperkirakan belum menjadi fokus utama dari pola pembelian konsumen pada 2023," ujarnya.

Editor: Noverius Laoli