KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, mayoritas penduduk bekerja di Indonesia pada Mei 2026 masih berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah. Sebagaimana diketahui, jumlah masyarakat bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang dari total angkatan kerja 155,41 juta orang, atau meningkat 522 ribu orang dari Februari 2026 Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mencatat, sebanyak 52,46 juta orang atau 35,40% dari total penduduk bekerja merupakan lulusan SD ke bawah. Angka tersebut menjadi porsi terbesar dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.
Baca Juga: BPS: Sektor Akomodasi dan Makan Minum Serap Tenaga Kerja Terbanyak “35,40% penduduk yang bekerja memiliki pendidikan SD ke bawah dan masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia,” tutur Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026). Sementara itu, penduduk bekerja lulusan SMA tercatat sebanyak 30,71 juta orang atau 20,72%, diikuti lulusan SMP sebanyak 26,05 juta orang atau 17,58%, serta lulusan SMK sebanyak 19,44 juta orang atau 13,12%. Adapun penduduk bekerja yang berpendidikan tinggi masih relatif terbatas. BPS mencatat lulusan Diploma I/II/III mencapai 3,59 juta orang atau 2,42%, sedangkan lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 sebanyak 15,93 juta orang atau 10,75%. "Secara keseluruhan, sekitar 13,18% dari total penduduk bekerja merupakan lulusan pendidikan tinggi atau diploma ke atas," jelasnya. Meski lulusan SD ke bawah masih mendominasi, proporsinya terus menunjukkan tren penurunan. Pada Februari 2025, porsi penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih mencapai 35,89%, kemudian turun menjadi 35,40% pada Mei 2026. Di sisi lain, proporsi penduduk bekerja dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung meningkat. Porsi lulusan SMA naik dari 20,63% pada Februari 2025 menjadi 20,72% pada Mei 2026. Begitu pula lulusan SMK meningkat dari 12,84% menjadi 13,12%.
Baca Juga: Bos BGN Copot 137 Kepala SPPG, Pastikan Zero Tolerance Kasus Keracunan MBG Kenaikan juga terjadi pada lulusan Diploma I/II/III, dari 2,39% menjadi 2,42%, serta lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 dari 10,44% menjadi 10,75%. Edy mengatakan, selama periode Februari 2026 hingga Mei 2026, proporsi penduduk bekerja mengalami peningkatan pada jenjang pendidikan SMA, SMK, Diploma I/II/III, serta Diploma IV, S1, S2, dan S3. Hal ini menunjukkan komposisi tenaga kerja Indonesia secara bertahap mulai bergeser ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, meskipun lulusan SD ke bawah masih menjadi kelompok terbesar dalam struktur ketenagakerjaan nasional. “Jika dibandingkan Februari 2026 proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK dan diploma ke atas mengalami peningkatan,” tandasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News