Ada aksi unjuk rasa, IHSG akhir pekan tertekan



JAKARTA. Aksi demonstrasi sejumlah organisasi massa Islam hari ini (4/11) menyebabkan investor cemas. Mengutip data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah. Meski sempat naik tipis, namun pada pukul 09.29 WIB, indeks mencatatkan penurunan 0,11% menjadi 5.328,91.

Ada 89 saham yang turun. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 108 saham dan 74 saham lainnya tak berubah posisi.

Volume transaksi siang ini melibatkan 972,181 juta saham dengan nilai transaksi Rp 717,891 miliar.


Investor asing melepas kepemilikannya terhadap saham-saham Indonesia. Di seluruh market dan pasar reguler, nilai penjualan bersih (net sell) asing pagi ini masing-masing sebesar Rp 99,7 miliar dan Rp 96,2 miliar.

Sementara itu, terdapat lima sektor yang tergerus. Tiga sektor dengan penurunan terdalam antara lain: sektor perdagangan turun 0,62%, sektor infrastruktur turun 0,08%, dan sektor konstruksi turun 0,2%.

Saham-saham indeks LQ 45 yang menghuni posisi top losers antara lain: PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 3,55% menjadi Rp 21.050, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 2,78% menjadi Rp 700, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 2,33% menjadi Rp 15.725.

Sedangkan di posisi top gainers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 2,26% menjadi Rp 272, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 2,08% menjadi Rp 2.4450, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 1,99% menjadi Rp 8.950.

Sekadar informasi, massa akan menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Balai Kota, dan Bareskrim Polri, pada Jumat (4/11). Setelah itu, rencananya, massa akan melakukan long march ke gedung DPR/MPR RI.

"Sampai saat ini rencana dari demo, di depan Istana, start dari Masjid Istiqlal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, Kamis (3/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie