Ada Enam Perusahaan Mau IPO, Tiga Calon Emiten Ini Menjadi Favorit Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah calon emiten dijadwalkan akan mencatatkan perdana sahamnya atau Initial Public Offering (IPO) pada Juli 2026. Di tengah kondisi pasar yang rawan volatil, para investor mesti jeli memilah saham-saham pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Sebagai informasi, ada enam saham yang segera listing bulan depan. Diantaranya PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). 

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, afiliasi konglomerat pada saham-saham IPO berpotensi menjadi pembeda dalam kondisi pasar yang volatil. Dalam hal ini, BACH yang terafiliasi dengan Grup Djarum dan JECX dengan Grup Emtek dinilai memiliki bekingan institusi yang kredibel sekaligus tata kelola yang relatif lebih mampu terpantau.


Baca Juga: RMKE Dapat Restu RUPSLB Untuk Eksekusi Stock Split Rasio 1:5

Selain dua calon emiten tadi, PRDL juga punya daya tarik paling menarik secara fundamental lantaran sudah menjadi merek yang eksis di Indonesia, memiliki pendapatan berulang, dan masuk dalam sektor yang defensif. PRDL sendiri merupakan anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Wafi juga menganggap, RANS sebenarnya punya daya tarik dari sisi kesadaran merek (brand awarness). Namun, ketergantungan terhadap sosok figur publik dan model bisnisnya yang belum terbukti untuk ukuran perusahaan publik dapat menjadi risiko bagi RANS. Di sisi lain, saham EMMI dan JELI dipandang cenderung lebih spekulatif.

Dari situ, Wafi menyarankan investor untuk memprioritaskan saham IPO dengan fundamental jelas dan harga konservatif. Durasi investasi yang ideal pada saham IPO yakni minimum 6–12 bulan guna memberi waktu untuk memperoleh potensi keuntungan usai listing.

"Investor yang masuk ke saham IPO pasca listing masih dimungkinkan dan bahkan lebih aman karena price action hari pertama dapat menjadi indikator permintaan yang asli," ungkap dia, Kamis (25/6).

Tak hanya itu, Wafi mengingatkan, apabila harga saham IPO anjlok pasca pencatatan perdana namun fundamental tidak berubah, justru hal itu menjadi kesempatan bagi investor untuk masuk. Artinya, bukan sesuatu yang mesti selalu dihindari.

Baca Juga: Perluas Segmen Usaha, Lorena (LRNA) Akan Luncurkan Layanan Kargo di Semester II-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News