KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hulu migas kini berpacu dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang kian masif. Di tengah tantangan disrupsi energi ini, sektor hulu migas dinilai masih memegang peranan penting. Apalagi, pemerintah memiliki target mencapai produksi 1 juta barel oil per day (bopd) dan 12 Billion Standard Cubic Feet Per Day (BSCFD) pada 2030 mendatang. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, meskipun pengembangan EBT terus terjadi, sektor hulu migas masih memegang porsi cukup signifikan dalam bauran energi nasional. "Seringkali kita bicara migas hanya untuk energi, sekarang migas bukan hanya untuk energi tapi juga bahan baku industri," ungkap Dwi dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/4).
Ada Energi Terbarukan, Sektor Hulu Migas Tetap Pegang Peran Penting
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hulu migas kini berpacu dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang kian masif. Di tengah tantangan disrupsi energi ini, sektor hulu migas dinilai masih memegang peranan penting. Apalagi, pemerintah memiliki target mencapai produksi 1 juta barel oil per day (bopd) dan 12 Billion Standard Cubic Feet Per Day (BSCFD) pada 2030 mendatang. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, meskipun pengembangan EBT terus terjadi, sektor hulu migas masih memegang porsi cukup signifikan dalam bauran energi nasional. "Seringkali kita bicara migas hanya untuk energi, sekarang migas bukan hanya untuk energi tapi juga bahan baku industri," ungkap Dwi dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/4).