Ada Kabar PHK TikTok-Tokopedia, Begini Tanggapan Kementerian Ketenagakerjaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merespons kabar yang beredar mengenai dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan TikTok dan Tokopedia. 

Pemerintah menyatakan tengah menelusuri informasi tersebut karena hingga kini belum menerima laporan resmi dari perusahaan.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan penelusuran dilakukan oleh tim Mediator Hubungan Industrial (HI) untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.


"Tim dari mediator Hubungan Industrial sedang menelusuri juga," ujar Faried dalam keterangannya Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Pabrik Sabun Turki Rp 2 T Beroperasi Di KEK Sei Mangkai Simalungun, Cek UMK 2026

Menurut Faried, hingga kini belum ada laporan yang masuk ke Kemnaker terkait dugaan PHK tersebut. Kemnaker, kata Faried, masih menunggu informasi resmi, termasuk dari manajemen Tokopedia.

"Belum ada laporan masuk ke kita perihal rumor PHK karyawan TikTok. Semoga Senin ada kabar termasuk dari Tokopedia," ujarnya.

Rumor PHK mencuat setelah beredar kabar bahwa TikTok melakukan restrukturisasi organisasi pasca integrasi bisnis dengan Tokopedia. 

Menanggapi hal tersebut, TikTok menyatakan perusahaan memang sedang melakukan penyesuaian pada organisasi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D).

Baca Juga: Dalami Isu PHK Tokopedia dan TikTok, Said Iqbal Akan Temui Manajemen dan Pekerja

Perusahaan menyebut langkah itu merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok dalam keterangan resminya.

TikTok mengakui proses penyesuaian organisasi bukan keputusan yang mudah. Oleh karena itu, perusahaan mengaku berfokus memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi.

Di sisi lain, TikTok menegaskan restrukturisasi tersebut tidak mengubah komitmennya terhadap pengembangan Tokopedia. Perusahaan memastikan tetap melanjutkan investasi untuk meningkatkan layanan bagi pengguna, penjual, dan pelaku usaha lokal.

"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," tegasnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News