Ada Kekhawatiran Akan Sikap The Fed, Level CDS Indonesia Naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persepsi risiko berinvestasi di Indonesia rupanya naik dalam sepekan terakhir. Hal ini tercermin dari naiknya level Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk 5 tahun dari level 87,29% menjadi 93,15% pada Jumat (3/6) kemarin. 

Menurut Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto, kenaikan tersebut sejatinya merupakan hal yang wajar. Dia bilang, saat ini kondisi pasar, khususnya global masih sangat dinamis. 

Hal ini dipengaruhi oleh pasar yang masih khawatir karena The Fed belum mempunyai sikap yang pasti terkait kenaikan suku bunga acuan. Walaupun The Fed sudah menaikkan suku bunga sebesar 0,5%, dikhawatirkan kenaikan suku bunga yang agresif masih akan dilakukan mengingat laju inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi.


Baca Juga: Terkoreksi 1,20%, IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan pada Perdagangan Selasa (7/6)

“Jadi kekhawatiran karena belum adanya kepastian soal suku bunga inilah yang membuat risiko masih cenderung naik-turun, apalagi jelang pertemuan The Fed pada Juni ini. Wajar akhirnya, level CDS Indonesia bisa naik,” kata Ramdhan kepada Kontan.co.id, Senin (6/6).

Kendati begitu, Ramdhan menyebut Indonesia masih punya posisi yang kuat karena belakangan kondisinya terus membaik. Mulai dari yield SBN acuan 10 tahun yang sudah turun dari level 7,5% menjadi di bawah 7%, lalu nilai tukar rupiah juga berada dalam tren penguatan, hingga data inflasi domestik yang masih stabil dan terukur.

Oleh karena itu, ia meyakini level CDS Indonesia tidak akan memburuk secara signifikan dalam beberapa waktu ke depan selama tidak ada perubahan sentimen global yang masif. 

Baca Juga: Minimalkan Risiko, Pemerintah AkanTerbitkan SBN Valas dengan Prinsip Kehati-Hatian

Semetara itu, dia memperkirakan, ketika yield US Treasury mulai stabil, serta sikap The Fed soal kenaikan suku bunga acuan sudah lebih jelas, justru akan tercipta titik ekuilibrium yang baru. Jika sudah sampai tahap tersebut, kondisi Indonesia akan semakin membaik, baik itu level CDS maupun yield SBN.

“Pada titik tersebut, investor asing akan mulai kembali yakin terhadap kondisi Indonesia yang secara fundamental solid serta punya real yield yang menarik. Sehingga secara perlahan (investor asing) akan kembali masuk ke pasar domestik, khususnya pasar obligasi,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati