Ada Keluhan Soal Lapangan Kerja, Prabowo: Kita Ngerti, Kita Sedang Atasi



KONTAN.CO.ID - BOGOR. Presiden Prabowo Subianto menanggapi protes soal kekurangan lapangan kerja hingga gap orang kaya dan miskin di Indonesia. 

Prabowo menegaskan bahwa isu terkait lapangan kerja juga sudah menjadi prioritas pemerintah untuk segera dituntaskan. 

"Kelompok kita butuh lapangan kerja, ada gap antara kaya dan miskin. Kita mengerti, ini sedang kita atasi," katanya dalam Membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Bogor, Senin (2/2/2026). 


Baca Juga: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat Kompak Alami Deflasi, Ini Penyebabnya

Kepala Negara menyebut salah satu yang sedang dilakukan adalah melalui pengembangan pariwisata. 

Menurutnya, sektor ini paling banyak menyerap lapangan kerja baru dan paling mudah serta murah untuk dikerjakan oleh pemerintah. 

Namun begitu, masalah yang paling utama adalah terkait sampah. Presiden menilai, pariwisata akan sulit memikat turis jika masalah sampah belum teratasi. 

"Apakah turis mau datang lihat sampah, apakah dia mau datang kalau Indonesia kumuh?," ujar Prabowo. 

Baca Juga: BPS: 19 Provinsi Alami Deflasi dan 20 Provinsi Alami Inflasi Pada Januari 2026

Prabowo juga bercerita bahwa ia sempat mendapatkan kritik dari salah satu Jenderal di Korea Selatan yang baru saja berlibur di Bali. 

Dia bilang, bahwa Jenderal itu secara langsung menyatakan bahwa Bali saat ini sudah tidak lagi indah karena sampahnya yang tidak dikelola dengan baik. 

"Saya terima itu sebagai koreksi untuk diatasi bersama," jelas Prabowo. 

Untuk itu, ke depan pemerintah menyiapkan strategi besar untuk mengatasi masalah sampah, salah satunya melalui waste to energy. 

Baca Juga: Cabai Rawit Hingga Telur Ayam Ras Jadi Penyumbang Deflasi Januari 2026

Presiden bilang proyek ini akan dilakukan di 34 kota dan akan diluncurkan dalam waktu dekat. 

Kepala Negara juga menegaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu investasi terbesar dengan biaya mencapai US$ 3,5 miliar. 

"Ini saya minta groundbreaking beberapa bulan dilaksanakan dan saya perkirakan 2 tahun lagi sudah berfungsi. Investasi cukup besar, totalnya US$ 3,5 miliar untuk 34 titik itu," ungkap Prabowo. 

  

Selanjutnya: Ekspor dan Impor Meningkat, Neraca Dagang RI 68 Bulan Surplus

Menarik Dibaca: Belanja Hemat di Promo Tokopedia 2.2, Ada Gratis Ongkir & Diskon hingga Rp 1,2 Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News