KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan biaya impor dan harga minyak, diperkirakan bisa memperlebar defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan, defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 akan melebar ke kisaran 0,8% dari produk domestik bruto (PDB). “Ini terutama didorong pola musiman repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri. Dengan posisi kurs di kisaran Rp16.900-Rp17.000 per dolar AS, nominal arus kas keluar pada neraca pendapatan primer memberikan tekanan lebih besar,” tutur Banjaran kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).
Ada Konflik di Timur Tengah, Defisit Neraca Transaksi Berjalan RI Diramal Melebar
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan biaya impor dan harga minyak, diperkirakan bisa memperlebar defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan, defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 akan melebar ke kisaran 0,8% dari produk domestik bruto (PDB). “Ini terutama didorong pola musiman repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri. Dengan posisi kurs di kisaran Rp16.900-Rp17.000 per dolar AS, nominal arus kas keluar pada neraca pendapatan primer memberikan tekanan lebih besar,” tutur Banjaran kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).
TAG: