Ada Konstruksi di Fasilitas yang Sudah Ditutup, Korea Utara Siap Uji Coba Nuklir?



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Citra satelit komersial menunjukkan konstruksi di fasilitas uji coba nuklir Korea Utara untuk pertama kalinya sejak ditutup pada 2018, menurut analis yang berbasis di AS pada Selasa (8/3).

Gambar yang diambil oleh satelit pada Jumat (4/4) pekan lalu memperlihatkan tanda-tanda awal aktivitas di situs baru, termasuk pembangunan gedung dan perbaikan gedung lain, Pusat Studi Nonproliferasi James Martin (CNS) mengatakan.

"Pekerjaan konstruksi dan perbaikan menunjukkan, Korea Utara telah membuat beberapa keputusan tentang status lokasi uji coba," kata CNS dalam sebuah laporan, seperti dilansir Reuters.


Punggye-ri telah ditutup sejak Korea Utara mendeklarasikan moratorium uji coba senjata nuklir pada 2018. Hanya, Pemimpin Kim Jong Un, bagaimanapun, mengatakan, dia tidak lagi merasa terikat oleh moratorium itu karena pembicaraan denuklirisasi terhenti.

Baca Juga: Di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina, Korea Utara Tembak Rudal Balistik

Pada saat itu, Korea Utara menyatakan, akan menutup terowongan dengan ledakan, memblokir pintu masuknya, dan menghapus semua fasilitas pengamatan, gedung penelitian, dan pos keamanan. 

Mereka mengundang beberapa media asing untuk mengamati pembongkaran, tetapi menolak untuk mengizinkan inspektur internasional.

Setelah peluncuran rudal kesembilan Korea Utara tahun ini pada Minggu (6/3), Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan mengatakan, mereka bahkan lebih dekat memantau fasilitas nuklir dan rudal Korea Utara.

Pemantauan itu termasuk fasilitas reaktor nuklir utamanya di Yongbyon dan lokasi uji coba senjata nuklir Punggye-ri.

Uji coba nuklir Korea Utara sebabkan gempa

Hanya, CNS mengatakan, perubahan di Punggye-ri hanya terjadi dalam beberapa hari terakhir, dan masih sulit untuk menyimpulkan apa yang sebenarnya sedang Korea Utara bangun atau mengapa.

Baca Juga: Korea Utara Banggakan Pengujian Rudal yang Dapat Menyerang AS

Editor: S.S. Kurniawan