JAKARTA. Sakit adalah salah satu risiko kehidupan yang tidak bisa diprediksi. Semua orang mengalaminya, tapi tak ada yang tahu kapan penyakit bakal tiba. Saat kita sakit, apalagi bila harus dirawat di rumahsakit, tentu butuh biaya yang besar. Belum lagi biaya perawatan di rumahsakit semakin lama semakin mahal.Salah satu cara mengantisipasi kebutuhan besar biaya perawatan adalah memiliki asuransi kesehatan. Bahkan, dalam perencanaan keuangan, asuransi kesehatan menjadi menu wajib. "Kami sarankan agar semua orang memiliki asuransi keuangan," imbuh Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial Planner dari Zap Finance.Selain asuransi kesehatan, para perencana keuangan juga menyarankan kepemilikan asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, diri, dan asuransi harta benda berupa asuransi rumah dan asuransi kendaraan. Freddy Pieloor, perencana keuangan dari MONEYnLOVE, mengatakan, kelima jenis asuransi itu untuk memproteksi setiap keluarga atau pribadi dari kemungkinan terjadinya musibah. Keberadaan asuransi kesehatan, ungkap Freddy, sudah menjadi kebutuhan yang mutlak dimiliki oleh setiap keluarga atau pribadi. "Mahalnya biaya perawatan dan pengobatan bisa menguras investasi dan tabungan milik keluarga," kata Freddy.Sebelum Anda membeli asuransi kesehatan, periksalah keberadaan jaminan asuransi kesehatan dari tempat kerja Anda dan pastikan limit asuransi itu sudah memadai. Bila belum cukup memadai atau Anda seorang pebisnis, segera penuhi perlindungan kesehatan Anda dengan memiliki asuransi kesehatan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.Secara umum, asuransi kesehatan menawarkan beberapa jenis benefit, antara lain untuk rawat inap (inpatient), rawat jalan (outpatient), melahirkan (maternity), perawatan gigi, dan kacamata. Untuk rawat jalan, melahirkan, perawatan gigi dan kacamata, akan sangat mahal bila individu membayar premi tersebut sendiri. "Biasanya kantor yang menyediakan fasilitas itu karena kalau nilainya besar bisa lebih murah," kata perencana keuangan dari First Principal Financial Pte Ltd Singapura Fauziah Arsiyanti. Pilih skema yang cocokKebanyakan financial planner menyarankan Anda memiliki asuransi kesehatan rawat inap. Tapi, seringkali calon nasabah masih bingung saat dihadapkan pada pilihan skema manfaat dari asuransi kesehatan.Ada empat skema manfaat yang ditawarkan perusahaan asuransi. Pertama, inner limit dengan limit tahunan. Skema ini menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian dan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun. Kedua, inner limit tanpa limit tahunan, dengan skema batasan santunan per kasus atau kejadian, namun tanpa batasan santunan per periode pertanggungan. Ketiga, lumpsum dengan limit tahunan. Tawaran ini tidak menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian namun menerapkan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun. Keempat, lumpsum tanpa limit tahunan yang tidak membatasi santunan tiap kejadian dan tiap periode pertanggungan.Fauziah mengatakan, dari empat skema tadi, tentu calon nasabah bisa mendapat proteksi paling optimal pada skema keempat. "Tapi otomatis nasabah harus membayar premi lebih mahal," kata Fauziah.Lain lagi anjuran dari Prita. Dia menyarankan calon nasabah memiliki polis asuransi kesehatan dengan skema ketiga. "Ada limit tahunan tapi tidak membatasi per kejadian," kata Prita.Sedangkan Freddy mengakui dari empat skema itu ada plus dan minusnya masing-masing. Namun, dia lebih condong menyarankan Anda untuk memilih skema pertama atau ketiga.
Ada limit atau tidak, pastikan nyaman saat sakit
JAKARTA. Sakit adalah salah satu risiko kehidupan yang tidak bisa diprediksi. Semua orang mengalaminya, tapi tak ada yang tahu kapan penyakit bakal tiba. Saat kita sakit, apalagi bila harus dirawat di rumahsakit, tentu butuh biaya yang besar. Belum lagi biaya perawatan di rumahsakit semakin lama semakin mahal.Salah satu cara mengantisipasi kebutuhan besar biaya perawatan adalah memiliki asuransi kesehatan. Bahkan, dalam perencanaan keuangan, asuransi kesehatan menjadi menu wajib. "Kami sarankan agar semua orang memiliki asuransi keuangan," imbuh Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial Planner dari Zap Finance.Selain asuransi kesehatan, para perencana keuangan juga menyarankan kepemilikan asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, diri, dan asuransi harta benda berupa asuransi rumah dan asuransi kendaraan. Freddy Pieloor, perencana keuangan dari MONEYnLOVE, mengatakan, kelima jenis asuransi itu untuk memproteksi setiap keluarga atau pribadi dari kemungkinan terjadinya musibah. Keberadaan asuransi kesehatan, ungkap Freddy, sudah menjadi kebutuhan yang mutlak dimiliki oleh setiap keluarga atau pribadi. "Mahalnya biaya perawatan dan pengobatan bisa menguras investasi dan tabungan milik keluarga," kata Freddy.Sebelum Anda membeli asuransi kesehatan, periksalah keberadaan jaminan asuransi kesehatan dari tempat kerja Anda dan pastikan limit asuransi itu sudah memadai. Bila belum cukup memadai atau Anda seorang pebisnis, segera penuhi perlindungan kesehatan Anda dengan memiliki asuransi kesehatan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.Secara umum, asuransi kesehatan menawarkan beberapa jenis benefit, antara lain untuk rawat inap (inpatient), rawat jalan (outpatient), melahirkan (maternity), perawatan gigi, dan kacamata. Untuk rawat jalan, melahirkan, perawatan gigi dan kacamata, akan sangat mahal bila individu membayar premi tersebut sendiri. "Biasanya kantor yang menyediakan fasilitas itu karena kalau nilainya besar bisa lebih murah," kata perencana keuangan dari First Principal Financial Pte Ltd Singapura Fauziah Arsiyanti. Pilih skema yang cocokKebanyakan financial planner menyarankan Anda memiliki asuransi kesehatan rawat inap. Tapi, seringkali calon nasabah masih bingung saat dihadapkan pada pilihan skema manfaat dari asuransi kesehatan.Ada empat skema manfaat yang ditawarkan perusahaan asuransi. Pertama, inner limit dengan limit tahunan. Skema ini menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian dan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun. Kedua, inner limit tanpa limit tahunan, dengan skema batasan santunan per kasus atau kejadian, namun tanpa batasan santunan per periode pertanggungan. Ketiga, lumpsum dengan limit tahunan. Tawaran ini tidak menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian namun menerapkan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun. Keempat, lumpsum tanpa limit tahunan yang tidak membatasi santunan tiap kejadian dan tiap periode pertanggungan.Fauziah mengatakan, dari empat skema tadi, tentu calon nasabah bisa mendapat proteksi paling optimal pada skema keempat. "Tapi otomatis nasabah harus membayar premi lebih mahal," kata Fauziah.Lain lagi anjuran dari Prita. Dia menyarankan calon nasabah memiliki polis asuransi kesehatan dengan skema ketiga. "Ada limit tahunan tapi tidak membatasi per kejadian," kata Prita.Sedangkan Freddy mengakui dari empat skema itu ada plus dan minusnya masing-masing. Namun, dia lebih condong menyarankan Anda untuk memilih skema pertama atau ketiga.