Ada Momen Ramadan, AdaKami Fokus Jaga Kualitas Pembiayaan dengan Cara Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan pembiayaan dari masyarakat yang tinggi selama momentum Ramadan dan Lebaran berpotensi mengerek kinerja pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending. Kondisi itu berpotensi membuat tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 menjadi meningkat seusai Ramadan dan Lebaran.

Menyikapi kondisi itu, fintech peer to peer (P2P) lending PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyatakan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pembiayaan melalui penggunaan teknologi yang menyeluruh pada setiap tahap penyaluran.

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss mengatakan pihaknya senantiasa menerapkan teknologi dalam proses Electronic Know Your Customer (e-KYC). Adapun e-KYC adalah proses verifikasi identitas nasabah secara digital dan otomatis menggunakan teknologi.


Baca Juga: AdaKami Dorong Fintech Lending Bertumbuh Inklusif lewat Penguatan Teknologi

"Selain itu, menerapkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta menggunakan analisis big data dalam credit scoring untuk memastikan pembiayaan disalurkan secara tepat sasaran dan selaras dengan profil risiko pengguna," katanya kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Jonathan menerangkan pendekatan tersebut memungkinkan AdaKami untuk terus menjaga kualitas pembiayaan, serta mempertahankan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) pada level yang sehat. 

Melalui penyaluran pembiayaan yang berkualitas dan berkelanjutan, dia bilang AdaKami berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Upaya AdaKami Perkuat Bisnis UMKM Inklusif dan Berbasis Komunitas

Sebagai informasi, berdasarkan situs resmi perusahaan, AdaKami mencatatkan TKB90 sebesar 99,89% per 1 Februari 2026.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan periode Ramadan dapat menjadi salah satu momentum pendorong peningkatan pembiayaan fintech lending. Hal itu tercermin dari data secara historis yang dihimpun pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan pada periode Ramadan pada 2024 atau Maret 2024, penyaluran pembiayaan fintech lending tumbuh 8,90% secara month to month (mtm). Sementara itu, pada periode Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pembiayaan meningkat 3,80% secara mtm. 

"Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat," katanya dalam lembar jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK. 

Baca Juga: AdaKami Siapkan Strategi Optimalkan Permintaan Pembiayaan Akhir Tahun

Selanjutnya: Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka dalam Kasus Saham PIPA, Begini Kata OJK

Menarik Dibaca: Indonesia Pimpin Tingkat Kebahagiaan di Tempat Kerja di Asia Pasifik, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: