Ada pandemi, konsumsi listrik di 8 wilayah ini turun di atas 5% di pada semester I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penurunan konsumsi listrik di atas 5% pada delapan sistem kelistrikan atau wilayah sepanjang semester I-2020.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, penurunan konsumsi ini terjadi sepanjang Januari 2020 hingga Juni 2020. Adapun penyebab utamanya yakni akibat pandemi covid-19.

"Konsumsi listrik Juni 2020 dibandingkan Januari 2020 mengalami penurunan 7,06%," ungkap Arifin dalam diskusi virtual, Rabu (23/9).


Arifin merinci, delapan sistem kelistrikan yang penurunannya melampaui 5% yakni Sumbar sebesar 7,12%, Sulselra sebesar 7,68%, Bali sebesar 32,87%, Jatim sebesar 6,33%, Jateng sebesar 6,28%, Jabar sebesar 10,57%, Banten dengan penurunan mencapai 12,82% serta Disjaya dan Tangerang mencapai 5,62%.

Baca Juga: Kementerian ESDM targetkan co-firing biomassa tambah bauran energi hingga 3%

Kendati demikian, Arifin memastikan pada Juni 2020 terjadi pertumbuhan konsumsi listrik 5,46% year on year (yoy) dibandingkan raihan Juni 2019 silam.

Dari capaian tersebut, Kementerian ESDM mencatat ada satu sistem yang pertumbuhannya negatif yakni Bali yang penurunan konsumsinya mencapai 17,79% yoy.

"Seperti badan usaha lain, PLN terdampak pandemi covid-19. Penjualan menurun karena konsumsi menurun, pendapatan menerun sementara biaya operasional meningkat. Ini berujung cashflow PLN semakin tertekan," kata Arifin.

Bahkan, dampak penurunan konsumsi listrik membuat kapasitas pembangkit yang tidak beroperasi mencapai 3.000 MW.

Selanjutnya: Kementerian ESDM dorong pemda susun rencana umum ketenagalistrikan daerah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi