Jakarta. Pemerintah optimistis, kebijakan fiskal yang ekspansif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun. Dengan serapan belanja pemerintah tersebut, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun ini diyakini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bisa berada di kisaran 5%-5,1% agar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini bisa menembus angka 5%. Namun demikian, penyerapan anggaran pemerintah sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi memasuki awal kuartal keempat tahun ini belum maksimal. Hal tersebut tampak pada realisasi belanja modal sebagai penyumbang komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi hingga akhir Oktober 2016, yang malah sedikit lebih rendah dibanding realisasi pada tahun lalu. "Hingga 31 Oktober 2016 (realisasi belanja modal) mencapai Rp 98 triliun," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani kepada KONTAN, Senin (21/11).
Ada pelambatan belanja modal pemerintah, kenapa?
Jakarta. Pemerintah optimistis, kebijakan fiskal yang ekspansif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun. Dengan serapan belanja pemerintah tersebut, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun ini diyakini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bisa berada di kisaran 5%-5,1% agar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini bisa menembus angka 5%. Namun demikian, penyerapan anggaran pemerintah sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi memasuki awal kuartal keempat tahun ini belum maksimal. Hal tersebut tampak pada realisasi belanja modal sebagai penyumbang komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi hingga akhir Oktober 2016, yang malah sedikit lebih rendah dibanding realisasi pada tahun lalu. "Hingga 31 Oktober 2016 (realisasi belanja modal) mencapai Rp 98 triliun," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani kepada KONTAN, Senin (21/11).