Ada Perawat dan Guru, Ini Daftar Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI



KONTAN.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memang dianggap berhasil menggusur peran manusia. Namun, ternyata masih ada pekerjaan yang masih relatif sulit digantikan AI.

Secara umum, daftar pekerjaan yang sulit digantikan AI memang membutuhkan interaksi langsung dengan manusia, kemampuan fisik, serta empati.

Data yang digunakan dalam pemeringkatan ini berasal dari JobZone Risk dan informasi prospek pekerjaan dari Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika Serikat atau U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS).

Daftar Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI

No. Pekerjaan Skor Ketahanan AI
1 Perawat terdaftar 82,2
2 Asisten perawatan di rumah 72,7
3 Guru sekolah dasar 70,0
4 Asisten perawat 67,4
5 Senior software engineer 55,4
6 Teknisi pemeliharaan dan perbaikan 53,9
7 Pekerja konstruksi 53,2
8 Petugas kebersihan rumah 51,3
9 Asisten pengajar 51,2
10 Akuntan 47,3
11 Pelayan restoran 46,3
12 Koki restoran 45,2
13 Petugas kebersihan 44,2
14 Petugas keamanan 43,6
15 Manajer umum dan operasional 37,5

Baca Juga: Daftar Harga iPhone 17 Pro di Berbagai Negara, Turki Paling Mahal

Perawat Sulit Digantikan AI

Dalam temuan tersebut, perawat terdaftar menempati posisi pertama dengan skor ketahanan AI 82,2.

Di posisi kedua terdapat asisten perawatan di rumah dengan skor 72,7. Sementara itu, asisten perawat berada di posisi keempat dengan skor 67,4.

Visual Capitalist mencatat, pekerjaan di bidang kesehatan mendominasi bagian atas daftar karena banyak tugasnya membutuhkan interaksi langsung dengan pasien, empati, penilaian kondisi, keterampilan praktis, serta kemampuan beradaptasi ketika situasi berubah.

Guru Masih Sulit Digusur

Guru sekolah dasar berada di peringkat ketiga dengan skor 70,0.

Seperti kita tahu, guru harus berinteraksi dengan siswa, mengelola kelas, memahami kebutuhan masing-masing siswa, memberikan motivasi, serta menyesuaikan pendekatan ketika menghadapi situasi yang berbeda.

Asisten pengajar juga masuk dalam daftar dengan skor 51,2.

Karakteristik tersebut membuat pekerjaan di bidang pendidikan relatif sulit digantikan sepenuhnya oleh AI, meskipun teknologi dapat membantu guru dalam menyiapkan materi dan tugas lainnya.

Jika melihat hasil penelitian tersebut, manusia masih dibutuhkan untuk tugas yang memerlukan kreativitas, kepemimpinan, empati, pemecahan masalah, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Internet Termahal di Dunia, Tembus Rp6,7 Juta per Bulan

TAG: