Ada Potensi Bullish, Begini Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) diproyeksi naik setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga pada April 2026.

Mengutip Coin Market Cap Senin (4/5/2026) pukul 11.37 WIB, harga Bitcoin naik 1,62% dalam sepekan ke US$ 80.338. 

Analis Reku, Andri Fauzan mengatakan, prospek Bitcoin sangat bullish jangka menengah hingga akhir 2026.


Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga di level 3,50%-3,75% (dengan disensi tertinggi sejak 1992) justru menciptakan lingkungan stabil yang mendukung aset berisiko, terbukti dari inflow ETF Bitcoin mencapai US$ 1,97 miliar pada April 2026 (tertinggi sepanjang tahun) yang berhasil menyerap pasokan dan mendorong Bitcoin naik sekitar 12% - 16% sepanjang bulan tersebut. 

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.377 per Dolar AS Senin (4/5) Siang, Ini Proyeksinya ke Depan

“Saya perkirakan momentum ini akan mendorong BTC menuju US$ 90.000 – US$ 100.000 sebelum akhir tahun, didukung akumulasi institusional yang kuat,” ujar Andri kepada Kontan, Senin (4/5/2026).

Andri mencatat harga Bitcoin sebelum pengumuman suku bunga The Fed sempat menyentuh US$ 79.500 dan beberapa waktu setelah pengumuman The Fed sempat turun di level US$ 76.000. Menurutnya koreksi tersebut murni sell-the-news teknis pasca-pengumuman FOMC yang telah sepenuhnya diantisipasi pasar, ditambah profit-taking di resistance US$ 80.000 dan de-risking sementara akibat ketidakpastian transisi kepemimpinan Fed. 

Baca Juga: IHSG Menguat 0,17% ke 6.968 di Sesi Pertama, Top Gainers LQ45: AMRT, SCMA, ADMR

“Meski demikian, koreksi ini sehat dan tidak merusak struktur bull market, karena inflow ETF tetap kuat, menunjukkan resiliensi yang lebih baik dibandingkan siklus sebelumnya,” jelas Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News