Ada potensi kenaikan IHSG, simak enam saham pilihan Binaartha Sekuritas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. IHSG menguat 0,28% di level 6.022,78 diikuti aksi beli bersih asing Rp 199,21 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Senin (26/11). IHSG diramal akan melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, tampak pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG. "Untuk perdagangan besok, support pertama maupun kedua memiliki range 6.000 hingga 5.978. Resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.035 hingga 6.048," kata Nafan, Senin (26/11).

Perang dagang antara AS dengan China yang mendekati perundingan menjadi faktor penggerak IHSG hari ini. Begitu juga dengan rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS pada bulan Desember. "Selain itu, terdapat perkembangan positif dari proses Brexit dan adanya rebound pada harga minyak global. Sementara dari sisi domestik, fundamental makroekonomi dalam negeri juga cenderung stabil," ungkapnya.


Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

1. ADRO (1.275):

Terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1.240–1.280, dengan target harga secara bertahap di level 1.290, 1.315, 1.340 dan 1.485. Support: 1.240 & 1.225.

2. BNGA (805):

Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 790–810, dengan target harga di level 830. Support: 780.

3. BRIS (550):

Terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 530–550, dengan target harga secara bertahap di level 565, 575, 605 dan 630. Support: 530 & 520.

4. GGRM (79.525):

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola advance block candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 79.000-79.600, dengan target harga secara bertahap di level 80.275, 81.150 dan 84.900. Support: 77.425.

5. GJTL(635):

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 620-640, dengan target harga secara bertahap di level 650, 665, 705 dan 750. Support: 620 & 610.

6. SRIL (356):

Pergerakan harga akan menguji garis bawah dari bollinger. Dengan demikian, peluang terjadinya rebound terbuka lebar. “Buy on Weakness” pada area level 350–354, dengan target harga secara bertahap di level 372, 408 dan 442. Support: 344 & 336.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati