KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pelemahan nilai tukar rupiah sejak awal tahun, yang bahkan menyentuh level terendah sepanjang masa (all time low) nyaris mendekati Rp 17.000, berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia pada 2026. Bhima memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada 2026 akan menembus US$ 9,06 miliar atau setara 0,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Defisit transaksi berjalan ini masih akan melebar karena harga komoditas penopang ekspor cenderung rendah sepanjang 2026. Meskipun ada konflik di Venezuela, Iran, dan berlanjutnya konflik Ukraina, harga komoditas seperti batubara, gas, dan nikel diproyeksikan tetap melambat,” ujar Bhima kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
Ada Risiko Pelemahan Rupiah, Defisit Transaksi Berjalan (CAD) 2026 Diprediksi Melebar
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pelemahan nilai tukar rupiah sejak awal tahun, yang bahkan menyentuh level terendah sepanjang masa (all time low) nyaris mendekati Rp 17.000, berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia pada 2026. Bhima memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada 2026 akan menembus US$ 9,06 miliar atau setara 0,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Defisit transaksi berjalan ini masih akan melebar karena harga komoditas penopang ekspor cenderung rendah sepanjang 2026. Meskipun ada konflik di Venezuela, Iran, dan berlanjutnya konflik Ukraina, harga komoditas seperti batubara, gas, dan nikel diproyeksikan tetap melambat,” ujar Bhima kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
TAG: