SEOUL. Cadangan mata uang asing Korea Selatan kembali turun untuk bulan kedua pada Agustus lalu. Ini merupakan sinyal banyak bank sentral melakukan intervensi untuk mengerem laju pelemahan won. Berdasarkan data yang dirilis Bank of Korea, Kamis (3/9), cadangan devisa Korsel pada Agustus turun senilai US$ 2,88 miliar menjadi US$ 367,94 miliar. Padahal, pada Juli, cadev Negeri Ginseng ini sudah turun sebesar US$ 3,93 miliar, yang menandakan penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Sekadar mengingatkan, pada bulan lalu, won melemah ke level terendah sejak Oktober 2011 akibat kebijakan mengejutkan dari China berupa devaluasi yuan. Kebijakan tersebut semakin membuat outlook ekspor Korsel menurun dan menyebabkan pelemahan di hampir seluruh mata uang Asia.
Ada sinyal intervensi, cadev Korsel kembali turun
SEOUL. Cadangan mata uang asing Korea Selatan kembali turun untuk bulan kedua pada Agustus lalu. Ini merupakan sinyal banyak bank sentral melakukan intervensi untuk mengerem laju pelemahan won. Berdasarkan data yang dirilis Bank of Korea, Kamis (3/9), cadangan devisa Korsel pada Agustus turun senilai US$ 2,88 miliar menjadi US$ 367,94 miliar. Padahal, pada Juli, cadev Negeri Ginseng ini sudah turun sebesar US$ 3,93 miliar, yang menandakan penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Sekadar mengingatkan, pada bulan lalu, won melemah ke level terendah sejak Oktober 2011 akibat kebijakan mengejutkan dari China berupa devaluasi yuan. Kebijakan tersebut semakin membuat outlook ekspor Korsel menurun dan menyebabkan pelemahan di hampir seluruh mata uang Asia.