Ada sinyal intervensi, cadev Korsel kembali turun



SEOUL. Cadangan mata uang asing Korea Selatan kembali turun untuk bulan kedua pada Agustus lalu. Ini merupakan sinyal banyak bank sentral melakukan intervensi untuk mengerem laju pelemahan won.

Berdasarkan data yang dirilis Bank of Korea, Kamis (3/9), cadangan devisa Korsel pada Agustus turun senilai US$ 2,88 miliar menjadi US$ 367,94 miliar. Padahal, pada Juli, cadev Negeri Ginseng ini sudah turun sebesar US$ 3,93 miliar, yang menandakan penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Sekadar mengingatkan, pada bulan lalu, won melemah ke level terendah sejak Oktober 2011 akibat kebijakan mengejutkan dari China berupa devaluasi yuan. Kebijakan tersebut semakin membuat outlook ekspor Korsel menurun dan menyebabkan pelemahan di hampir seluruh mata uang Asia.


"Kita bisa berasumsi bahwa penurunan cadev disebabkan langkah pemerintah melepas dollar AS ke pasar. Keinginan pemerintah untuk meredakan pelemahan won tercermin pada penurunan cadangan. Pergerakan mata uang Asia akan menjadi fokus untuk beberapa waktu ke depan," urai Jeon Seung Ji, currency analyst Samsung Futures Inc di Seoul.

Pada 24 Agustus lalu, won keok ke level 1.199,68 per dollar AS. Ini merupakan level terlemah dalam empat tahun terakhir. Pada saat itu, Bank of Korea mengatakan akan melakukan sejumlah upaya untuk meredakan kecemasan pasar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hong Seok Chan, currency analyst Dishin Economic Research Institute di Seoul.  "Penurunan cadangan devisa mengindikasikan intervensi. Fokus pemerintah sepertinya harus berubah yakni menenangkan pelaku pasar setelah devaluasi yuan, dari sebelumnya menyokong daya saing ekspor. Won masih akan terus melemah bersama dengan mata uang Asia lainnya," paparnya.