Ada Super Cycle Hingga Insentif, Cek Emiten Pelayaran yang Berpotensi Melaju Kencang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pelayaran Tanah Air berpotensi melaju kencang pada 2026, yang ditopang oleh kombinasi insentif pemerintah dan momentum super cycle global. 

Belum lama ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa ia akan menyiapkan berbagai insentif bagi industri galangan kapal. Di menilai industri ini potensi strategis. 

Menurutnya, industri galangan kapal bisa fondasi manufaktur nasional, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan armada yang besar dan berkelanjutan. 


Pemerintah sedang merancang penerapan bea masuk 0% untuk impor komponen kapal, pemberian insentif bagi pembangunan kapal baru oleh galangan lokal dan menyediakan kredit jangka panjang dengan tenor 15 tahun–30 tahun. 

Baca Juga: Menilik Aksi Profit Taking di Tengah Laju Kencang IHSG Sepanjang 2025

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyebut rencana pemberian insentif terhadap industri galangan kapal akan memberikan angin segar bagi emiten maritim. 

“Sentimen positif utama meliputi penekanan biaya produksi, peningkatan daya saing kapal dalam negeri, serta dukungan fasilitas kredit yang memperbaiki struktur permodalan industri maritim nasional secara menyeluruh,” katanya kepada Kontan, Rabu (28/2). 

Liza menjelaskan secara umum, emiten perkapalan sempat terkoreksi bersamaan pasca keputusan MSCI yang menghentikan sementara kenaikan bobot saham Indonesia dan ancaman penurunan kelas. 

Namun, kata Liza, seiring membaiknya kondisi pasar minggu lalu, sektor ini mulai rebound kompak. Secara fundamental, struktur bisnis tetap solid dan kini didukung katalis positif dari rencana insentif pemerintah.

Setali tiga uang, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan menimpali insentif yang tengah digodok oleh pemerintah akan menjadi sentimen positif bagi sektor maritim di Indonesia. 

Baca Juga: Meski Kinerja Tumbuh per Kuartal III-2925, Emiten Properti Masih Hadapi Tantangan

“Harapannya dapat meningkatkan galangan kapal, apalagi biaya produksi akan turun karena wacana penerapan besar masuk 10% untuk impor komponen kapal,” ucapnya.

Dari sisi pergerakan harga saham emiten kapal, Nafan mencermati mayoritas masih terkoreksi sepanjang 2025 ini. Namun ada beberapa saham yang sudah mulai menguat. 

Misalnya, saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang ditutup menguat 3,54% ke level Rp 410 pada Rabu (18/2). Dalam sebulan terakhir, saham SMDR masih terkoreksi tipis 0,49%. 

Lalu ada saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang tengah menjadi buah bibir di kalangan investor pasar modal. Pasalnya, BULL dinilai berada di pososi yang tepat untuk mengkapan peluang yang ada.

Pada akhir perdagangan Rabu (18/2), BULL melesat 23,33% ke posisi Rp 555 per saham. Namun dalam sebulan terakhir, saham emiten pelayaran ini masih minus 11,90%. 

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armad dan Chory Agung Ramdhani menilai BULL akan sangat diuntungkan oleh operasional kapal LNF MT Gas Garuda serta tingginya tarif kapal tanker global. 

Menurutnya, Tarif sewa Liquefied Natural Gas (LNG) global yang bertahan tinggi, ditambah tingkat utilisasi mencapai 90% dapat menyuntikkan margin kontribusi signifikan terhadap laba bersih BULL. 

Baca Juga: Aksi Profit Taking Membayangi Laju Kencang IHSG Jelang Akhir Tahun 2025

Di segmen tanker minyak, disrupsi geopolitik dan perubahan rute pelayaran global sukses menjaga tarif sewa kapal jenis Aframax di kisaran US$ 40.000 hingga US$ 60.000 per hari.

Dengan demikian, setiap kenaikan tarif 10% berpotensi meningkatkan EBITDA secara material mengingat struktur biaya perseroan yang relatif tetap terjaga," tulis Abida dan Chory dalam riset yang rilis 13 Februari 2026. 

Sementara itu, Liza menilai SMDR dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menjadi emiten perkapalan yang paling diuntungkan secara langsung karena keterikatan kuat dengan operasional galangan.

“Sementara HUMI dan BULL akan mendapatkan sentimen lanjutan seiring implementasi insentif tersebut pada efisiensi armada mereka,” katanya. 

Selanjutnya: Kapan Waktu yang Tepat Memulai Toilet Training pada Anak? Ini Penjelasan Dokter

Menarik Dibaca: Kapan Waktu yang Tepat Memulai Toilet Training pada Anak? Ini Penjelasan Dokter

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News