Ada teror bom, saham ritel tetap prospektif



JAKARTA. Saham-saham sektor ritel anjlok cukup dalam paska teror bom yang terjadi di Jakarta, Kamis (14/1).

Pasalnya, ada kekhawatiran berkurangnya pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan.

Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) misalnya pada penutupan Jumat (15/1), anjlok 2% ke level Rp 3.800.


Bahkan jika dibanding dengan posisi sepekan lalu, saham emiten pemilik gerai starbucks ini telah anjlok 5%.

Namun, sejumlah pengamat menilai dampak dari teror bom tersebut hanya bersifat sementara.

Prospek saham ritel tahun ini diperkirakan masih positif didukung oleh pertumbuhan ekonomi.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan, teror bom tersebut memang membuat sedikit kekhawatiran di masyarakat sehingga menahan diri keluar rumah.

"Namun itu hanya sentimen sementara saja." ujarnya.

Dia memperkirakan pekan depan, saham-saham sektor ritel akan kembali bergerak naik.

Bahkan sampai akhir tahun, Hans melihat prospek sektor ritel akan cenderung positif.

Pasalnya, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga dan belanja pemerintah juga sudah mulai masuk sehingga pertumbuhan ekonomi akan segera membaik.

Saat ini tantangan sektor ini menurut Hans hanya dari sisi tukar karena sebagian produk-produk di sektor ritel banyak berbasis impor.

Namun, dirinya yakni tahun ini nilai tukar rupiah akan lebih stabil.

Senada, William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities memperkirakan dampak teror bom tersebut hanya bersift sementara.

"Optimisme di masarakat sudah semakin kuat. Jadi kejadia tidak akan berdampak besar," ujarnya.

Menurutnya, pada penutupan akhir pekan ini sejumlah saham sektor ritel masih tertekan bukan hanya akibat teror bom tersebut namun juga karena nilai tukar masih melemah dan pertumbuhan ekonomi belum mengalami perbaikan signifikan.

Kalaupun jumlah pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan dan di tempat-tempat tongkrongan beberapa minggu ke depan masih berkurang, menurutnya itu cukup wajar.

Bukan karena faktor teror tersebut melainkan faktor kondisi keuangan menjelang akhir bulan.

William melihat prospek sektor ritel tahun ini masih cukup positif terutama yang bergerak di bidang penyedia kebutuhan primer.

"Pemenuhan kebutuhan primer itu tidak akan bisa berhenti," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, sektor ini akan didukung oleh sentimen positif menjelang tahun baru Imlek.

Jumlah minat orang untuk belanja akan semakin tinggi.

William masih merekomendasikan buy untuk saham MPPA, LPPF dan MAPI.

"LPPF akan didukung oleh faktor seasonal. Sementara MPPA dan MAPI tidak terlepas dari kebutuhan pokok," katanya.

Begitu juga Hans, dia merekomendasikan buy MPPA, LPPF dan MAPI dengan target harga masing-masing Rp 1.980, Rp 21.000 dan Rp 4.850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto